alexametrics

Perempuan tanpa Identitas Diduga Dibunuh Jagal, Ditemukan Membusuk

3 Desember 2019, 16:30:33 WIB

JawaPos.com – Satreskrim Polres Gresik tengah memiliki pekerjaan baru. Yakni, menguak penyebab kematian perempuan misterius di sebuah kos-kosan laki-laki di Jalan Panglima Sudirman XVI, Kelurahan Sidomoro, Kebomas. Perempuan berusia sekitar 40 tahun tanpa identitas itu diduga menjadi korban pembunuhan.

Saat ditemukan di salah satu kamar kos pada Minggu (1/12), dia memakai celana hitam serta baju motif batik kombinasi warna hijau dan hitam. Jenazah telentang di atas ranjang (single bed). Bagian wajah dan tangan menghitam. Tubuh sudah membusuk.

Sejauh ini polisi masih sulit mengidentifikasi jasad perempuan misterius tersebut. Sebab, sidik jari rusak. Padahal, tim identifikasi Satreskrim Polres Gresik telah membawa perangkat mobile automatic multibiometric identification system (MAMBIS). Alat canggih itu mirip mesin EDC (electronic data capture).

Andai sidik jari tidak rusak, kurang dari 60 detik, data diri seseorang akan mudah terlacak. Asalkan, data diri yang bersangkutan sudah terintegrasi dengan data kependudukan. ’’Betul. Sidik jari jenazah sudah rusak,’’ kata sumber di kepolisian kemarin (2/12).

Polisi menduga korban meninggal lebih dari seminggu. Rusaknya sidik jari itu membuat kerja polisi untuk mengungkap identitas jenazah lebih rumit. Apalagi, data atau identitas para penghuni di kos-kosan milik Muhani tersebut dikabarkan tidak tercatat dengan baik.

Salah seorang penghuni kos menyatakan sudah lama indekos di kos-kosan tersebut. Namun, pengelola baru meminta data diri para penghuni kemarin atau sehari setelah ditemukan mayat perempuan tersebut. ’’Dimintai fotokopi KTP,’’ ucapnya.

Lelaki yang bekerja di sebuah mal itu mengaku tidak mengenal penghuni kamar di paling pojok selatan yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan tersebut. ’’Kenal wajah saja karena memang kami jarang cangkrukan bareng,’’ ujarnya.

Tarif kamar kos mencapai Rp 300 ribu per bulan. Fasilitasnya berupa kamar mandi di luar. Kos-kosan itu diperuntukkan khusus laki-laki. Karena itu, pihaknya heran kalau kemudian ditemukan ada perempuan.

Penemuan jasad perempuan itu berawal ketika pemilik kos hendak membersihkan kamar. Sebab, kamar tersebut akan disewa orang lain. Sudah lebih dari seminggu penghuni kamar kos itu pergi. Kabar penemuan mayat tersebut dengan cepat menyebar. ’’Mungkin saja dibunuh setelah diuwik-uwik (disetubuhi, Red),’’ ucap warga sekitar.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Panji P. Wijaya ketika dimintai konfirmasi mengakui, jasad perempuan di kamar kos itu diduga merupakan korban pembunuhan. ’’Ada dugaan ke sana (pembunuhan, Red). Sidik jarinya sudah rusak,’’ jelas mantan Kasatreskrim Polres Banyuwangi tersebut.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya memeriksa antemortem dan postmortem di RS Bhayangkara Polda Jatim. ’’Pemeriksaan itu dilakukan untuk mencocokkan data dari seseorang yang mengaku sebagai keluarga korban,’’ terang mantan Kasatpolair Polres Gresik tersebut.

Panji belum bisa memastikan motifnya. Sebab, pelaku belum tertangkap. Ketika disinggung terduga pelaku bekerja sebagai seorang jagal sapi, Panji hanya tersenyum. ’’Lelaki itu sebelumnya memang pernah ditegur pengelola kos-kosan karena memasukkan perempuan dalam kamar,’’ ungkapnya.

Yang jelas, polisi kini menerjunkan tim gabungan dari Satreskrim Polres Gresik dan Polsek Kebomas untuk menemukan pembunuh perempuan tersebut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : yad/c14/hud



Close Ads