alexametrics

Kapal Rusak, Jalur Penyeberangan Ujung–Kamal Sempat Lumpuh Seharian

3 Desember 2019, 15:07:31 WIB

JawaPos.com – Aktivitas para pengguna kapal penyeberangan Surabaya (Ujung)–Kamal (Madura) terganggu kemarin (2/12). Sebab, jalur penyeberangan lumpuh setelah KMP Tongkol rusak sekitar pukul 06.00.

Untuk sampai ke Madura, warga harus mengeluarkan banyak uang atau putar lebih jauh dengan waktu tempuh dua kali lipat. Suciwati, salah seorang penumpang, sempat menunggu kapal selama dua jam di Pelabuhan Ujung.

Karena tidak ada kejelasan, dia terpaksa menumpang kapal klotok milik nelayan. ’’Tapi, tarifnya lebih mahal, dua kali lipat,’’ kata warga Madura itu. Tarif penyeberangan pada umumnya Rp 5 ribu. Jika naik kapal milik nelayan, masyarakat harus membayar Rp 10 ribu untuk sekali jalan.

Hal tidak jauh berbeda disampaikan Irawati, pengguna kapal penyeberangan lainnya. Perempuan asal Semampir itu berencana pergi ke rumah kerabat di Madura. Rombongannya berjumlah 10 orang. ’’Biayanya jadi Rp 100 ribu. Saya nomboki,’’ katanya.

Lumpuhnya jalur penyeberangan kemarin tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat. Sebagian pengiriman barang ke Pulau Garam juga terhambat. Pengusaha mengeluh karena rugi waktu dan biaya.

’’Kalau lewat (Jembatan) Suramadu, total perjalanan bisa 1,5 jam. Nyebrang laut hanya 30 menit,’’ kata Udin, pengusaha pengisian air minum. Menurut dia, kerusakan kapal cukup mengganggu usahanya. Biasanya, dia bisa mengirim ke tiga lokasi. ’’Untuk hari ini (kemarin, Red), kelihatannya hanya bisa dua,’’ tambahnya.

Berdasar pantauan Jawa Pos, hanya sedikit kendaraan roda empat yang mengantre. Sebagian besar langsung putar balik setelah mengetahui kapal berhenti beroperasi. Mereka memilih lewat Jembatan Suramadu.

General Manajer PT ASDP Indonesia Feri Cabang Surabaya Saharudin Koto menjelaskan bahwa kerusakan terjadi saat KMP Tongkol hendak berangkat ke Surabaya. Kapal tidak bisa digeser sebelum diperbaiki.

’’Kerusakannya di pipa kompresor. Masih diperbaiki,’’ kata Saharudin. Hingga kemarin sore pukul 16.00, kapal kabarnya belum bisa berjalan. Aktivitas pelabuhan belum sepenuhnya normal. Saharudin menjelaskan, sebenarnya ada dua dermaga di Kamal yang bisa dipakai. Namun, satu dermaga terisi kapal. Jadi, tidak ada lagi tempat untuk disandari kapal.

’’Ditambah lagi saat ini posisi surut. Itu juga menyulitkan aktivitas kapal,’’ kata Saharudin. Dia menegaskan bahwa pihak ASDP langsung memberi tahu masyarakat begitu kapal rusak. Mereka diarahkan untuk lewat Suramadu selama perbaikan berlangsung

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/c15/nor



Close Ads