alexametrics

Basha Market–PRISM, Sebuah Kontemplasi 5 Tahun

3 Desember 2019, 16:25:59 WIB

JawaPos.com – Setelah berhasil mendatangkan kurang lebih 68.000 pengunjung di Basha Market – Atlas Mei lalu, Basha Market hadir lagi dalam rangka harin jadinya yang ke-5. Kembali pulang ke Tunjungan Plaza Convention Center (TP 3 Lt.6), seperti pertama kali diadakan, Basha Market berlangsung dari 29 November – 1 Desember 2019.

Perjalanan selama 5 tahun membuat Basha Market berkontemplasi mengenai tujuan awal dari diselenggarakannya acara ini, yaitu turut memajukan dan fokus terhadap industri kreatif serta brand lokal Indonesia. itulah yang melatarbelakangi Basha Market, untuk pertama kalinya menghadirkan konten baru yang di kemas dalam bentuk talkshow.

Para pelaku industri kreatif akan dengan luas membagikan cerita dan pengalamannya. “Adanya sesi talkshow ini, kami berharap agar banyak yang terinspirasi dengan pembicara-pembicara yang kami undang. Karena kami mendatangkan tidak hanya dari Surabaya, tapi juga dari Bandung dan Jakarta,” ujar Christie Erin Harsono, Co-Founder Basha Market.

Basha Market kali ini mengambil tema besar PRISM, dimana semua ilustrasi akan berkaitan dengan tema tersebut mulai dari warna (hasil bias cahaya pada prisma) hingga bentuknya. “Akan ada banyak instalasi multimedia seperti motion graphics, tetrison, hover screen, dan tentunya interactive photobooths yang memanjakan panca indera pengunjung,” ungkap Devina Sugono, Co Founder Basha Market ketika dikulik mengenai bocoran instalasi yang ada di Basha Market – PRISM.

Tema ini sendiri memiliki makna yang filosofis, seperti sebuah prisma yang dipantulkan dengan cahaya putih dan menghasilkan bias pelangi. Hal itu yang diharapkan oleh Basha Market, dapat menjadi platform yang sehat untuk industri kreatif, sehingga bisa menghasilkan karya-karya yang selalu lebih baik.

Seorang pengunjung Basha Market tengah mencoba produk yang ditawarkan peserta pameran. (Istimewa)

Brand lokal yang hadir di Basha Market-PRISM adalah hasil dari kurasi panjang selama kurang lebih 2 bulan. Awalnya terdapat 900 brand dari seluruh Indonesia yang turut mengirimkan profilnya, namun hanya 170 brand lokal saja yang telah lolos kurasi. Jumlah itu dapat dipersentasekan 80 persen terdiri dari fashion, beauty, kids and baby, dan home and living, serta 20 persen lainnya adalah kuliner.

“Beda banget sama 5 tahun lalu awal-awal kami merancang Basha Market pertama. Sekarang industri kreatif sangat berkembang, brand-brand lokal juga banyak banget yang bagus,” ujar Christie Erin Harsono.

Brand lokal yang terlibat di Basha Market – PRISM tidak hanya datang dari Pulau Jawa (Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang) saja, tapi juga ada dari Bali, Makasar, hingga Medan. Pada Basha Greet (Opening Ceremony) Basha Market – PRISM juga menghadirkan dua industri kreatif yang juga sudah berjalan bersama-sama sejak awal yaitu Ittaherl (Bandung) dan Revolt Industri (Surabaya).

Selain pop up market, instalasi photobooth, dan talkshow yang mejadi wajah baru Basha Market, akan tetap ada workshop yang dapat memberikan pengetahuan dengan intens kepada pengunjung. Pada Basha Market – PRISM akan ada 5 kelas workshop yaitu: Journaling Workshop, Copywriting, Basic Shibori, Digital Miniature Making 4D, dan How Radio is Profitable for Your Business.

Disinggung mengenai harapan di Basha Market – PRISM yang juga bertepatan dengan hari jadi kelima Basha Market, Erin dan Devina kompak menegaskan bahwa mereka membuat Basha Market dengan gembira dan juga misi memajukan industri kreatif. Erin dan Devina berharap semua brand lokal, industri kreatif yang telibat kali ini juga gembira dan mendapatkan impact baik, serta pengunjung yang datang juga senang dengan semua yang sudah disuguhkan oleh Basha Market.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM



Close Ads