alexametrics

15 Proyek Gerbangkertosusila di Surabaya

3 Desember 2019, 17:48:36 WIB

JawaPos.com – Percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gerbangkertosusila mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Sedikitnya, ada 77 proyek atau program prioritas yang disebar di Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Dari jumlah tersebut, 15 proyek akan dibangun di Surabaya. Sebanyak 12 di antaranya adalah proyek fisik. Sisanya dibangun untuk menunjang pengembangan sumber daya manusia.

Sebaran proyek-proyek itu tertuang dalam Peraturan Presiden 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbangkertosusila, Bromo Tengger Semeru, Selingkar Wilis, dan Lintas Selatan. Perpres tersebut baru diundangkan pada 25 November Program pengembangan ekonomi di Gerbangkertosusila itu menempatkan Surabaya sebagai titik sentral utama. Surabaya menjadi hub untuk wilayah-wilayah sekitarnya. Terutama akses transportasi dengan kereta api regional serta pembangunan double track dan autonomous rail rapid transit (ART). Khusus untuk ART, dalam dokumen tersebut, dijelaskan rutenya. Yakni, mulai Stasiun Pasar Turi, Stasiun Bangkalan, hingga Pelabuhan Kamal.

Pakar tata kota dari ITS Prof Johan Silas menuturkan, memang dari dulu sudah ada rencana untuk membangun koneksi Surabaya dan Kamal. Di Madura sisi selatan, misalnya. Masih ada rel tersebut. ”Dulu Belanda mencita-citakan koneksi Surabaya–Kamal itu,” ujarnya kemarin (2/12).

Dia menuturkan dulu pernah menjadi ketua tim untuk membuat masterplan program Gerbangkertosusila. Dia mengungkapkan, dengan penguatan di wilayah masing-masing, beban Surabaya sebagai ibu kota provinsi bakal semakin ringan sehingga lebih mudah ditata.

”Sejak awal waktu saya jadi ketua tim masterplan itu, saya dan teman-teman menginginkan agar masterplan itu berimbang. Sehingga beban Surabaya bisa lebih mudah dikendalikan,” ucapnya.

Yang masih menjadi masalah adalah koneksi antarwilayah tersebut. Dia mencontohkan akses dari Surabaya menuju Mojokerto melalui Gunungsari yang perlu diperbaiki lagi. ”Ini yang masih kesulitan Driyorejo (Gresik). Driyorejo ini kan berkembang, tapi referensinya tetap ke Surabaya,” ungkapnya.

Menurut dia, meski sudah ada studi tentang Gerbangkertosusila, dukungan dari pemerintah pusat belum terlalu kuat. ”Implementasinya ya gitu-gitu saja. Ini berkembang seakan-akan alami. Kalau ada perpres ini, akan jadi kekuatan baru. Mengimbangi Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, mengenai koneksi tersebut, dirinya sudah membangun sejumlah proyek infrastruktur yang menjadi kewenangannya. Misalnya, jalan middle east ring road yang sudah tembus hingga Pondok Chandra. Juga ada pembangunan proyek frontage road

Bikin Koneksi Bandara, Pelabuhan, dan Stasiun

Terdapat proyek-proyek prioritas dalam Perpres 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Gerbangkertosusila yang secara khusus hanya di dalam Kota Surabaya. Misalnya, pengembangan LRT (light rail transport). Namun, ada pula yang terintegrasi dengan daerah lain di sekitarnya. Misalnya, pembangunan kereta Bandara Juanda dan jalan tol Juanda menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Proyek tersebut tentu menghubungkan Surabaya dengan Sidoarjo.

Sinergi dengan daerah-daerah lain menjadi penting agar kemajuan kota-kota lain bisa pesat seperti Surabaya. Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menuturkan, selama ini kota-kota lain cenderung tidak maju pesat seperti Surabaya Perpres tersebut memberikan dorongan agar penataan kawasan mendatang bisa lebih terintegrasi sehingga imbas kemajuan kota bisa lebih terasa di kota lain.

’’Surabaya akan mengambil peran strategis dalam pengembangan kawasan sekaligus menghapuskan kesan eksklusif. Jadi, Surabaya menjadi pendorong untuk wilayah lain juga,’’ jelas Whisnu kemarin.

Transportasi masal, misalnya, bukan hanya untuk dalam kota. Melainkan juga bisa terkoneksi dengan wilayah lain. Sebab, banyak pula warga luar kota yang bekerja di Surabaya. Apalagi, kawasan-kawasan di perbatasan Surabaya tengah dikembangkan. Misalnya, kawasan di sekitar Gelora Bung Tomo yang tidak terlalu jauh dengan Gresik. Begitu pula pengembangan kaki Suramadu. Selain untuk warga Surabaya, pengembangan tersebut bisa berdampak ke warga Madura.

Yang tidak kalah penting, lanjut Whisnu, soal konektivitas simpul-simpul transportasi. Mulai pelabuhan, stasiun, sampai bandara. Memang, dalam perpres itu ada program untuk pembangunan jalan tol Juanda menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Juga, ada pembangunan kereta api bandara. ’’Kalau ngomong sebagai kota perdagangan dan jasa itu berarti ngomong tentang mobilitas barang. Jadi perlu konektivitas itu,’’ jelas alumnus ITS tersebut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/riq/c20/c15/git



Close Ads