alexametrics

Pemkot Surabaya Panen 1,4 Ton Ketela dari Lahan Kosong

3 November 2021, 19:53:45 WIB

JawaPos.com–Sebanyak 1,4 ton ketela pohon dipanen Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya. Panen tersebut dilakukan di salah satu lahan kosong di Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Hasil panen dari lahan seluas 1.000 meter persegi itu dibagikan kepada masyarakat.

Kepala DKPP Kota Surabaya Yanuar Herlambang mengatakan, sesuai arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pihaknya terus memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya pertanian. Langkah itu dilakukan sebagai salah satu upaya ketahanan pangan.

”Hasil panennya langsung dibagikan ke warga di sekitar lokasi. Sebagian juga disimpan di kantor DKPP untuk disebar lagi ke warga,” kata Herlambang, Rabu (3/11).

Selain di daerah Kutisari, Herlambang menyebut, sebelumnya juga melakukan panen ketela pohon di lahan bekas tanah kas desa (BTKD) di kawasan Kedung Cowek Surabaya.

”Sebelumnya kita juga panen ketela pohon di Kedung Cowek. Kita tanam sekitar 8 bulan yang lalu,” ujar Yanuar Herlambang.

Tak hanya ketela pohon yang menjadi komoditas tanaman pangan DKPP Surabaya. Herlambang menjelaskan, pihaknya juga menanam beberapa jenis tanaman pangan lain seperti ketela rambat, sayur-sayuran, cabai, hingga jagung.

”Setelah panen ketela pohon, sekarang ini lahan kosong di Kutisari itu kita siapkan untuk tanaman cabai,” ungkap Yanuar Herlambang.

Menurut dia, pada musim hujan, biasanya hanya sedikit petani yang menanam cabai. Pasalnya, kelembapan tinggi membuat tanaman cabai rawan kerusakan. Karena itu pada musim hujan, biasanya harga cabai menjadi lebih mahal.

”Contohnya di Jambangan itu sekarang kita tanami lombok (cabai) semua. Nanti (lahan kosong Kutisari) kita juga ganti dengan cabai. Mudah-mudahan kita bisa intervensi ke sana (antisipasi kenaikan harga cabai),” tutur Yanuar Herlambang.

Herlambang menyebut, setidaknya ada 20 titik lokasi tanah BTKD yang dimanfaatkan DKPP Surabaya untuk budidaya tanaman pangan. Lokasinya pun tersebar di beberapa wilayah Kota Surabaya. Beberapa lokasi itu ada yang dikelola petugas DKPP maupun kolaborasi bersama warga sekitar.

”Selain di Taman Hutan Raya (Tahura), ada 20 lahan kosong yang kita manfaatkan untuk ketahanan pangan. Mulai sayur-sayuran hingga tanaman pangan seperti jagung dan ketela,” terang Yanuar Herlambang.

Sebenarnya, Herlambang mengaku lebih senang apabila lahan kosong tersebut dikelola warga sekitar untuk ketahanan pangan. Hasil panennya pun juga dapat dimanfaatkan warga untuk tambahan kebutuhan pangan.

”Kita lebih senang kalau kolaborasi dengan warga. Kalau panen mereka (warga) bisa memanfaatkan dan merasakan juga. Tapi kadang-kadang nandurnya (menanamnya) warga tidak mau,” tutur Yanuar Herlambang.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: