alexametrics

Menelusuri Geliat Eks Dolly dan Moroseneng Surabaya

3 Juli 2022, 20:36:13 WIB

JawaPos.com- Tempat prositusi terbesar Dolly dan beberapa lokasi lain di Kota Surabaya, sudah ditutup. Era Wali Kota Tri Rismaharini begitu getol menertibkan dan menghapus kawasan hitam tersebut. Kemudian, menyulapnya menjadi tempat bermanfaat. Mulai taman baca hingga sentra UMKM.

Belakangan, sejumlah kawasan itu disebut-sebut menggeliat kembali. Bahkan, beroperasinya praktik maksiat itu juga disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Kota Surabaya Imam Syafi’i. Yakni, saat rapat Komisi A (hukum dan pemerintahan) dengan 31 camat dan 154 lurah se-Surabaya beberapa hari lalu.

’’Semoga ada upaya dari pemkot mengatasi persoalan sosial dan dosa besar ini. Tidak hanya melarang perempuan-perempuan itu bermaksiat. Tapi, juga dicarikan solusi yang manusiawi. Agar mereka tidak terus menerus ke jalan sesat dan menyesatkan,’’ kata Imam.

Diceritakan, awal mula dirinya tidak percaya kala mendengar kabar bahwa eks Dolly dan Moroseneng buka lagi. Imam pun ingin membuktikan kebenarannya. Dia langsung menelusuri ke beberapa tempat yang dulu jadi lokasi pelacuran terkenal tersebut. ‘’Awalnya, saya berharap kabar bahwa Dolly dan Moroseneng itu tidak benar alias hoaks,’’ ungkapnya.

Maklum, lanjut dia, sepengetahuannya pemkot sangat serius untuk menata dan menertibkan kawasan tersebut. Termasuk menggelontorkan anggaran sangat besar. Di antaranya, untuk membeli puluhan rumah yang sebelumnya dijadikan bisnis esek-esek tersebut. Lalu, rumah-rumah maksiat itu diubah. Menjadi taman, rumah baca, tempat budidaya anggrek, hingga sentra produk UMKM.

’’Bahkan yang paling anyar di kawasan Sememi Jaya, sangat dekat Moreseneng, juga didirikan rumah padat karya untuk warga MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Yaitu, tempat cuci motor dan mobil,’’ katanya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : Tim JP

Saksikan video menarik berikut ini: