alexametrics

Antisipasi PMK, Pedagang Larang Calon Pembeli Masuk Kandang

3 Juli 2022, 17:55:05 WIB

JawaPos.com–Sejumlah pedagang mulai mewaspadai penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Kewaspadaan itu bukan hanya dari hewan ternak yang datang dari luar kota, namun juga pada pembeli.

Kekhawatiran itu datang karena pembeli sempat masuk ke berbagai kandang atau lapak hewan kurban lain. Bila pembeli tak menyadari bahwa dirinya menjadi carrier (pembawa) wabah PMK, hewan di kandang lain bisa tertular.

Sutikno, 40, salah satu pedagang asal Banyuwangi di Surabaya mengaku mengkhawatirkan hal yang sama. Dia menyebut, wabah PMK bisa tertular dari pakaian yang digunakan pembeli.

Karena itu, Sutikno melarang pembeli masuk kandang. Larangan itu tak terkecuali. Pembeli dari berbagai usia hingga anak-anak yang ingin melihat sapi juga dilarang masuk. ”Makanya ini ada pembeli saya selalu tanya, apakah dari lapak lain sebelum ke sini. Kalau ada, saya suruh tunggu depan pagar, budget berapa baru kita pilih. Ini metodenya gitu,” kata Sutikno, Minggu (3/7).

Dengan larangan itu, dia bisa menjamin hewan kurban miliknya bebas dari wabah PMK. Sebab telah mengantongi izin dari RT, RW, kecamatan, hingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya.

”Kesehatan aman. Sudah ada surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Kemarin juga ada yang datang tim dari dinas untuk cek kesehatan,” terang Sutikno.

Kepastian hewan ternaknya bebas dari wabah PMK itu bahkan diakuinya di bawah pengawasan tim dari Universitas Airlangga.

”Saya dibantu tim kesehatan hewan dari Unair. Sebelum berangkat ke sini sudah divaksin,” tutur Sutikno.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: