alexametrics

Lagi-Lagi, Harga Cabai di Jawa Timur Melambung Tinggi

3 Juni 2022, 14:48:28 WIB

JawaPos.com – ”Rutinitas” yang jadi salah satu kekhawatiran emak-emak itu kembali terjadi. Harga cabai, baik merah besar maupun rawit, kembali naik cukup drastis. Situasi itu terjadi merata di seantero Jatim.

Pemicu lonjakan harga cabai juga masih sama. Persoalan cuaca hingga serangan penyakit. Efeknya, para petani di sentra-sentra produksi pun gagal panen. Diprediksi, lonjakan masih akan berlangsung.

Berdasar sistem informasi kebutuhan dan persediaan bahan pokok (siskaperbapo) Pemprov Jatim, saat ini harga rata-rata cabai rawit berkisar Rp 60 ribu per kilogram.

Sementara itu, di sejumlah daerah, harganya lebih tinggi. Sudah di atas Rp 70 ribu per kilogram. Nominal itu jauh di atas harga normal sebesar Rp 20–30 ribu per kilogram.

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Wilayah Jatim Nanang Triatmoko mengatakan, ada dua pemicu melambungnya harga cabai di Jatim. Untuk cabai merah besar, kenaikan terjadi karena tahun ini musim hujan maju dua bulan. Akibatnya, petani mulai menanam cabai sejak akhir tahun lalu. ”Saat ini belum memasuki masa panen,” paparnya.

Tanam lebih awal itu dilakukan di beberapa sentra produksi cabai di Jatim. Mulai Kediri, Malang, Blitar, Gresik, Lamongan, hingga Tuban. Akibatnya, cabai yang pada bulan-bulan ini biasanya masih tersedia kini langka.

Untuk cabai rawit, kelangkaan terjadi karena banyak cabai yang terserang penyakit. Salah satunya, antraknosa yang membuat cabai mengalami bintik-bintik hitam.

Nanang memprediksi, harga cabai berangsur stabil dua bulan ke depan. Seiring dengan masa panen cabai di sejumlah sentra produksi. Salah satunya, Banyuwangi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jatim Hadi Sulistyo membenarkan adanya situasi itu. Sejumlah upaya sudah dilakukan. Salah satunya, usaha pengendalian hama di sejumlah sentra produksi cabai. 

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c7/ris

Saksikan video menarik berikut ini: