alexametrics

Kakorlantas Lega Lihat Lalu Lintas Surabaya saat PSBB

3 Mei 2020, 16:48:09 WIB

JawaPos.com – Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono meninjau pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya. Khususnya pada lalu lintas di Kota Pahlawan. Dia melakukannya di checkpoint bundaran Waru kemarin (2/5).

Jenderal bintang dua itu melihat langsung proses pemeriksaan di perbatasan antara Surabaya dan Sidoarjo tersebut. Kesannya positif. Dia merasa lega karena kesadaran masyarakat akan bahaya virus korona semakin meningkat.

Menurut dia, lalu lintas memang masih ramai. Namun, persentasenya sudah menurun jika dibandingkan dengan hari-hari normal. Istiono memperkirakan, penurunan jumlah kendaraan mencapai 50 persen. ’’Bagus. Itu artinya masyarakat lebih memilih tinggal di rumah,” ungkapnya.

Istiono mengatakan bahwa saat ini jajarannya sedang melaksanakan Operasi Ketupat 2020. Operasi itu mengedepankan edukasi kepada masyarakat. Di antaranya, larangan untuk mudik ke kampung halaman.

Dari pantauan di berbagai kota yang dikunjunginya, tujuan digelarnya operasi tersebut sudah tercapai. Di sejumlah daerah, kendaraan yang melintas tidak banyak. Termasuk Surabaya. Istiono pun mengapresiasi perusahaan angkutan umum yang mau menghentikan operasionalnya.

Namun, tak berarti tidak ada temuan masalah. Istiono menjelaskan, pihaknya beberapa kali mendapati pengendara nakal di checkpoint. Mereka berusaha mengelabui petugas dengan berbagai cara. Misalnya, pemudik memakai mobil travel pelat hitam atau truk yang didesain untuk mengangkut manusia. ’’Jika sudah begitu, pengendara diminta putar balik,” jelasnya.

Istiono menambahkan, titik checkpoint akan dijaga 24 jam oleh petugas. Mereka akan meminta pengendara yang tidak memenuhi persyaratan melintas untuk putar balik. ’’Bersifat teguran,” terangnya. Lebih lanjut, dia menjelaskan, petugas jaga selalu mengecek tujuan pengendara. Jika memang mendesak, pihaknya akan mengambil langkah diskresi. ’’Diampuni. Boleh melintas kalau penting. Misalnya, ada keluarga yang sakit keras atau meninggal. Tidak perlu surat keterangan apa pun,” paparnya.

Istiono mengungkapkan, pandemi Covid-19 memang berpengaruh terhadap sopir angkutan umum. Penghasilan mereka menurun. Untuk itu, jajarannya tidak menutup mata. Korlantas mengadakan program keselamatan.

Dalam program itu, pihaknya memberikan bantuan kepada sopir angkutan umum. Dengan syarat, para sopir itu mengikuti pelatihan tertib lalu lintas. ’’Kami beri bantuan,” tuturnya.

Sementara itu, pengamananan pemberlakuan PSBB bakal kian diperketat. Hari ini pelanggar tidak hanya diberi teguran secara tertulis, tapi juga bisa langsung dikenai sanksi tegas. Misalnya, pengendara diharuskan putar balik atau dilarang melintas.

Kepala Dishub Provinsi Jatim Nyono mengatakan, sesuai hasil evaluasi Jumat (1/5), mulai Minggu dan seterusnya pemeriksaan dilakukan lebih ketat. Begitu pun soal tindakan. Jika sebelumnya pengendara yang mendapat teguran tertulis bisa melintas, pada hari-hari berikutnya mereka diperintahkan turun atau putar balik ke daerah asal.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/c7/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads