alexametrics

Targetkan Nol Kasus HIV/AIDS pada Anak

2 Desember 2021, 14:48:15 WIB

JawaPos.com – Hari AIDS Sedunia jatuh pada 1 Desember. Setiap tahun jumlah kasus baru orang dengan HIV/AIDS (ODHA) relatif terus bertambah. Dalam sebulan saja, ada 2.200‒2.400 orang yang berobat. Seperti apa? berikut wawancara dengan Dr dr Musofa Rusli SpPD FINASIM, Kepala Instalasi Perawatan Intermediate Penyakit Infeksi (IPIPI)/Unit Rawat Jalan (URJ) Penyakit Infeksi RSUD dr Soetomo.

Apakah selama pandemi, jumlah kunjungan pasien HIV/AIDS di URJ Penyakit Infeksi RSUD dr Soetomo mengalami penurunan?

Jumlah pasien HIV yang berobat di URJ Penyakit Infeksi RSUD dr Soetomo rata-rata 2.200‒2.400 per bulan. Bulan ini ada 2.400‒2.500 pasien yang kontrol dengan memeriksakan diri dan mengambil obat.

Apakah jumlah kasus HIV/AIDS meningkat?

Relatif bertambah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di Indonesia, khususnya Jawa Timur, termasuk Surabaya, saat ini masih ada kasus baru. Bahkan, mereka belum pernah didiagnosis sebelumnya. Beberapa tahun ini belum nol kasus baru. Di negara-negara lain sudah banyak berkurang untuk kasus baru. Kami masih struggle untuk kasus baru. Ini perlu upaya bersama.

Tren kasus HIV terjadi pada kelompok apa?

Paling banyak heteroseksual dan usia dewasa. Namun, kasus pada anak-anak juga ada. Sekitar 10 persen dari 2.400 pasien yang berkunjung ke RSUD dr Soetomo setiap bulan. Meski jumlahnya tidak banyak, kasus pada anak-anak menjadi concern yang sangat tinggi. Ini yang perlu perhatian tinggi. Seharusnya nol kasus baru pada anak. Sebab, penularan pada anak-anak bukan karena seksual. Paling banyak tertular dari ibunya. Sudah banyak negara yang sudah nol kasus.

Rata-rata berapa kasus baru di URJ Penyakit Infeksi RSUD dr Soetomo?

Rata-rata kasus baru per bulan sekitar 1‒2 pasien. Namun, bulan ini saja, kami menemukan enam kasus baru. Biasanya terdeteksi bukan di poliklinik, melainkan di instalasi gawat darurat (IGD). Orangnya belum tahu mengidap HIV. Pas dites ternyata positif. Datang sudah dalam kondisi tidak baik, infeksi oportunistik, seperti tuberkulosis (TB) dan diare kronis.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ayu/c7/git

Saksikan video menarik berikut ini: