alexametrics

Risma Berharap Tabebuya Jadi Ikon Surabaya

2 Desember 2019, 19:37:43 WIB

JawaPos.com – Ribuan pengunjung memadati acara puncak Festival Tabebuya di Jalan Raya Darmo. Itu merupakan festival pertama hasil kerja sama antara Pemkot Surabaya, Bank Mandiri, dan Jawa Pos. Acara tersebut sukses menyedot perhatian pengunjung car free day (CFD) kemarin pagi (1/12). Banyak kreasi produk UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) buatan warga yang bertajuk bunga tabebuya yang turut dipamerkan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga hadir di tengah-tengah pengunjung. Risma didampingi Kepala DKRTH Chalid Buhari, Kepala DPUBMP Erna Purnawati, Kepala Dinas Kesehatan drg Febria Rachmanita, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Antiek Sugiharti.

Pimpinan Bank Mandiri juga hadir dalam acara tersebut. Di antaranya, CEO Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3 Surabaya R. Erwan Djoko Hermawan, Regional Ops Head Bank Mandiri Abdul Rasyid, serta Regional Transaction and Consumer Head Bank Mandiri Desy Wahyuni.

Jajaran direksi PT Jawa Pos Koran turut serta dalam puncak acara tersebut. Direktur Utama PT Jawa Pos Koran Leak Kustiyo hadir bersama Direktur Eddy Nugroho dan Direktur Andreas Didik, serta Direktur SBO TV Rensi Dewi Bulan.

Risma mengatakan, masyarakat harus bisa mengambil peluang dari Festival Tabebuya. Optimalkan keahlian yang ada untuk berkreasi. Misalnya, membuat suvenir dan oleh-oleh buatan tangan sendiri.

Menurut dia, usaha tidak harus keluar rumah. Bisa membuka promosi atau jualan lewat media sosial (medsos) atau marketplace. Yang jelas, Risma meminta warga untuk tidak melepas berbagai peluang.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu berharap Festival Tabebuya tetap ada ketika masa jabatannya habis. Risma berharap pohon asal Brasil itu bisa jadi ikon baru untuk Surabaya. ’’Suatu saat, kalau saya pensiun dari wali kota, itu menjadi hadiah buat saya. Jadi, tahun depan harus lebih meriah,’’ ucapnya.

R Erwan Djoko Hermawan mengakui, ide awal membuat Festival Tabebuya muncul dari obrolan ringan. ’’Akhirnya kami memikirkan bagaimana agar tabebuya di Surabaya ini bisa dikenalkan sampai ke tingkat nasional, bahkan internasional,’’ ungkapnya.

Menurut Erwan, kreasi suvenir bertajuk Tabebuya perlu dipertahankan. Hal itu bisa menaikkan derajat ekonomi masyarakat. ’’Masyarakat bisa sejahtera. Kalau tabebuya sudah jadi ikon dan banyak dikunjungi, dampak positifnya juga ke warga. Jadi, tolong (pohon tabebuya, Red) dirawat dengan baik,’’ tuturnya.

Leak Kustiyo berharap ide awal itu bisa berkembang di tahun berikutnya. Dengan dukungan dan semangat para stakeholder, Festival Tabebuya bisa menjadi warna baru untuk Kota Pahlawan.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Mandiri membagikan 125 bibit pohon tabebuya. Warga sampai rela mengantre untuk mendapatkan bibit pohon tersebut. Melihat antusiasme warga yang tinggi, DKRTH mendatangkan 100 bibit pohon tabebuya untuk masyarakat yang belum kebagian.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/c15/tia



Close Ads