alexametrics

Sebar Isu Neo PKI dengan Foto Lawas

2 Agustus 2020, 05:05:53 WIB

KABAR palsu bernada fitnah tentang kebangkitan komunisme baru di Indonesia masih saja laku di media sosial. Contohnya tersaji pada 27 Juli lalu. Beredar foto empat orang bersama seorang petinggi kepolisian dengan narasi bahwa demo neo PKI pada 27 Juli sudah mendapat izin dari kepolisian.

”Demo Neo PKI hari ini udah dapat Ijin dari Buntelan kentut maaf ralat Dari Petinggi Kepolisian. Tinggal tunggu genderang perang ditabuh aja.” Begitu keterangan yang ditulis akun Twitter Àdindà Êlizàbéth Ràhmàdàni Senin (27/7). Jika mengacu tanggal postingan, sebutan demo neo PKI yang dimaksud diarahkan pada peringatan kerusuhan 27 Juli (kudatuli) di depan gedung DPR/MPR.

Dalam unggahan itu, tampak tanda panah merah di atas foto Boedi Djarot, pentolan Gerakan Jaga Indonesia (GJI), di samping pria berseragam perwira polisi. Kemudian diberikan narasi bahwa polisi telah memberi izin aksi demo orang-orang pendukung neo PKI.

Narasi dari foto tersebut jelas menyesatkan. Pria berseragam polisi itu adalah Argo Yuwono kala masih berpangkat komisaris besar polisi (kombespol). Saat ini mantan Kabidhumas Polda Jatim tersebut sudah berpangkat inspektur jenderal polisi (irjen pol) dan menjabat Kadivhumas Polri.

Keterangan bahwa foto itu diambil menjelang 27 Juli 2020 juga salah. Portal wartabuana.com pernah mengunggahnya pada 27 November 2018 bersama berita berjudul Gerakan Jaga Indonesia Akan Sweeping Bendera Tauhid di Reuni 212. Saat itu Argo Yuwono baru saja melakukan pertemuan dengan para pengurus GJI di Balai Wartawan Polda Metro Jaya pada Senin, 26 November 2018. Mereka meminta Polda Metro Jaya tidak mengizinkan acara reuni akbar alumni 212 yang bakal berlangsung di Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

Boedi Djarot menduga reuni 212 menyimpan agenda terselubung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dilarang keberadaannya di Indonesia. Selengkapnya, Anda dapat membacanya di bit.ly/SoalReuni212.

Permintaan Boedi itu langsung mendapat respons Ketua Media Center Reuni Akbar 212 Habib Novel Chaidir Bamukmin. Dia mengancam akan melaporkan GJI atas dugaan melakukan ujaran kebencian. 

FAKTA

Foto yang diunggah akun Twitter Àdindà Êlizàbéth Ràhmàdàni merupakan pertemuan pada 26 November 2018 antara pengurus Gerakan Jaga Indonesia dan Kabidhumas Polda Metro Jaya yang saat itu dijabat Kombespol Argo Yuwono.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c9/fat



Close Ads