alexametrics

PDIP Surabaya: Kampanye Awal Bukan Jaminan Menang Pilwali

2 Agustus 2020, 14:48:50 WIB

JawaPos.com – Belum jelasnya cawali yang diusung membuat PDIP ketinggalan start dalam langkah sosialisasi jika dibandingkan dengan koalisi besar Machfud Arifin. Meski begitu, partai berlambang banteng moncong putih itu tidak risau. Mereka tetap yakin bisa menang.

Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono menyatakan, hasil pemilihan wali kota (pilwali) tidak ditentukan di babak awal. Riuh dukungan pendukung lawan bisa saja tiba-tiba terdiam ketika PDIP menang pesta demokrasi. ’’Yang terpenting adalah hasil pilwali,’’ tegasnya.

Menurut Adi, PDIP Surabaya tidak bisa diremehkan. Terlebih menghadapi pilwali. Sebab, Kota Pahlawan menjadi kandang banteng sejak Bambang D.H. memimpin Surabaya. Dominasi PDIP berlanjut hingga saat ini.

PDIP pernah menghadapi situasi pelik. Tepatnya pada pilwali 2010. Saat itu seluruh partai sudah mengajukan kandidat. Baru mendekati penutupan pendaftaran, PDIP menentukan pilihan. Yaitu, mengajukan Tri Rismaharini-Bambang D.H. Hasilnya, PDIP menjadi jawara. ’’Meski belakangan, kami menang,’’ ujarnya.

Memang ada lima pasangan. Namun, ada satu pasangan yang sangat berat. Yakni, pasangan Arif Afandi-Adies Kadir yang diusung koalisi banyak partai. Apalagi, saat itu partai pemenang pemilu, Partai Demokrat, full back up. Arif Afandi boleh dibilang incumbent sebagai wawali dan mempunyai bonus elektabilitas tinggi sebelum pilwali.

Pria yang akrab disapa Awi itu menjelaskan, PDIP tidak bisa dipisahkan dari warga Surabaya. Sebab, lebih dari tiga periode kader banteng menjadi pemimpin kota. Selain itu, wali kota dari PDIP memberikan bukti. Bukan sekadar janji. Pada era Bambang D.H., perbaikan dimulai. Infrastruktur ditata. Taman-taman dibangun. Pembangunan sosial pun tersentuh. Berlanjut pada kepemimpinan Risma. Pembangunan fisik dipacu. Kota Surabaya makin nyaman.

Awi menuturkan, bukti itulah yang membuat warga setia dan tidak mudah berpaling kepada kandidat selain dari PDIP. ’’Karena sudah terbukti,’’ katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Baktiono mengungkapkan bahwa warga tetap menunggu calon dari PDIP. Meski, saat ini kandidat lain sudah bergerak. ’’Surabaya dan PDIP tidak bisa dipisahkan,’’ paparnya.

Menurut dia, meski rekomendasi belum turun, kader terus bergerak. Mulai mengumpulkan dukungan hingga membantu warga dalam melawan pandemi Covid-19.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : aph/c14/ano



Close Ads