alexametrics

PSBB Surabaya: Pilih Patuh, Putar Balik, atau Sanksi

2 Mei 2020, 17:29:14 WIB

JawaPos.com – Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hari keempat Jumat (1/5) berbeda. Para pelanggar tidak hanya mendapat teguran lisan dari petugas. Mereka juga mendapat teguran tertulis. Hal itu sejatinya masih bagian dari sosialisasi.

Dirlantas Polda Jatim Kombespol Budi Indra Dermawan mengatakan, pada hari keempat, petugas tidak hanya melakukan sosialisasi dan teguran lisan. Tetapi, juga memberikan sanksi berupa teguran secara tertulis. ”Ini bukan penilangan loh ya,” terangnya.

Budi menuturkan, teguran tertulis diberikan kepada mereka yang melanggar aturan PSBB. Misalnya, tidak mengenakan masker, berboncengan dengan alamat KTP yang berbeda, suhu tubuh pengendara di atas normal, atau dalam keadaan sakit. Termasuk mobil yang tidak menerapkan physical distancing.

Bagi yang mendapat teguran tertulis, pengendara masih diperbolehkan untuk jalan terus. Kecuali mereka yang tidak bisa menunjukkan identitas dan kepentingannya menuju Surabaya.

Pelanggar jenis itu diminta putar balik oleh petugas. ”Pemeriksaan dilakukan pada kendaraan yang pelat nomornya selain L dan W.

Meski begitu, pengendara sepeda motor pelat L atau W yang berboncengan juga akan diperiksa. Pemeriksaan bertujuan untuk mengecek identitas mereka, apakah dalam satu alamat atau tidak. Jika berbeda alamat, akan diberikan teguran tertulis dan pilihan. Yakni, penumpang harus turun atau putar balik.

Pantauan Jawa Pos di lapangan, masih banyak pelanggaran. Bahkan, petugas kerap menyuruh pengendara yang melanggar untuk putar balik. Tak sedikit juga yang nekat menerobos. Berkat kesiapan petugas, pengendara tersebut gagal lolos.

Kadishub Provinsi Jatim Nyono menuturkan, sanksi tindakan oleh petugas diterapkan secara berkala. Artinya, semakin lama berlangsungnya PSBB, tindakan yang diberikan petugas semakin ketat. Misalnya, hari pertama masih teguran lisan, sekarang bisa jadi sudah dihalau untuk tidak masuk ke Surabaya.

Bagi pengendara yang berboncengan dan melanggar, kata dia, pemprov menyediakan tiga minibus untuk mengangkut warga sesuai dengan tujuan mereka. ”Jadi, pemkot juga menyediakan kendaraan bagi mereka yang melanggar agar tetap bisa lanjut,” terangnya.

Kadishub Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan, setiap hari pihaknya menyediakan satu sampai dua armada Suroboyo Bus. Armada tersebut disediakan di halte mandiri frontage road Ahmad Yani. Fasilitas itu diberikan secara gratis hingga masa sosialisasi berakhir.

Untuk kemarin hingga seterusnya, mereka harus bayar pakai botol sesuai aturan. Tapi yang jelas, ada syaratnya. Penumpang harus mengenakan masker dan suhunya tidak mencapai 38 derajat Celsius.

Atur Posisi Duduk di Mobil

Arus lalu lintas di exit toll Satelit atau bundaran Mayjen Sungkono terpantau sepi pada PSBB hari keempat kemarin. Beberapa kendaraan yang lewat didominasi roda empat.

Petugas gabungan dari Polsek Sukomanunggal, dishub, disbudpar, satpol PP kecamatan, hingga linmas memeriksa kendaraan yang keluar dari tol. Mereka berbagi tugas. Antara lain, dua orang menyemprot disinfektan pada sisi kiri dan kanan, memeriksa suhu tubuh, dan mengecek surat keterangan berkendara menuju Surabaya.

Perwira dan Pengendali Pos Satelit Asmadi mengatakan, meski pemeriksaan berlangsung setiap tiga jam, petugas stand by 24 jam. Durasi pergantian sif pertugas bermacam-macam. Mulai empat, enam, hingga 12 jam sekali baru berganti personel. ”Jumlahnya bisa 14 orang sekali ganti sif,” ujarnya.

Asmadi menyebutkan, pihaknya lebih ketat dalam memeriksa pengendara yang melintas pada PSBB hari keempat. Kendaraan berpelat non-L diminta ke tepi. Petugas menanyakan tujuan ke Surabaya hingga mengatur posisi duduk di dalam kendaraan. ”Yang berpelat L kami periksa tanpa menepi. Periksa suhu dan pantau posisi duduk,” ucapnya.

Saat pemeriksaan pukul 06.00, lanjut Asmadi, petugas meminta lima kendaraan nonpelat L putar balik. Sebab, menurut dia, tujuan pengendara ke Surabaya tidak jelas. Pengendara juga tidak dapat menunjukkan surat keterangan bekerja. ”Kami juga minta truk pengangkut air putar balik. Karena suratnya tidak ada. Padahal, mengurus surat itu penting,” paparnya.

Sementara itu, untuk posisi duduk, Asmadi menyebutkan, banyak pengendara yang belum memahami aturan tersebut. Beberapa kali Asmadi mengarahkan penumpang untuk turun dari mobil, lalu pindah duduk. ”Di samping sopir, kursi harus kosong. Di tengah diisi dua orang. Belakang satu orang,” jelasnya.

Tempat Usaha Juga Diperiksa

Penerapan PSBB tidak berlaku untuk lalu lintas saja. Pembatasan sosial juga berlaku untuk tempat usaha. Kemarin siang tim dari Satpol PP Surabaya dan dinas perdagangan patroli di jalan-jalan protocol, lantas mendatangi toko-toko yang masih buka. Di Jalan Kertajaya, mereka menutup dua toko yang berjualan kasur dan perkakas.

Di Jalan Embong Malang, mereka mendatangi penjual plakat, piala, serta pembuat nomor polisi untuk memberi tahu agar lekas menutup toko. Masih di jalan yang sama, petugas membalik kursi di sebuah depot penjual lontong balap. Setelah memberikan surat teguran, petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sekitar jalan tersebut. Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto sendiri yang menyemprot.

Para petugas itu lantas bergeser ke Jalan Blauran dan meminta penjual emas dan berlian di emperan toko untuk tutup. Di Jalan Praban, petugas menyerahkan surat pemberitahuan untuk tutup selama pemberlakuan PSBB kepada penjual sepatu dan gitar.

Patroli itu dilanjutkan ke WTC Surabaya. Mereka menyerahkan surat pemberitahuan kepada pengelola mal. Di Delta Plaza Surabaya, petugas berkeliling untuk memberikan surat pemberitahuan agar segera tutup. Terutama untuk penjual elektronik, perhiasan, parfum, hingga sepatu.

Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto menuturkan bahwa memang ada unit usaha yang tak diperkenankan untuk buka selama 14 hari PSBB. Pihaknya berpedoman pada Perwali 16/2020 tentang PSBB. Karena itu, pihaknya meminta para pemilik usaha untuk mau menutup sendiri tokonya. ”Pengelola mal sebenarnya sudah diundang dan diberi tahu mana yang boleh dan mana yang tidak. Sekarang ini ingin pastikan dan kita lihat sendiri ada yang mencoba buka,” ungkap dia. Sosialisasi tersebut berupa teguran tertulis. Tapi bila dalam patroli berikutnya masih buka, akan langsung dilakukan penutupan.

Kepala Dinas Perdagangan Surabaya Wiwiek Widayati menuturkan, penjual baju memang tidak termasuk pihak yang harus tutup saat PSBB. Dia menjelaskan, baju termasuk barang kebutuhan sehari-hari. ”Kan ada sandang, ada pangan,” ungkap Wiwiek.

Penindakan di tempat usaha itu akan dilanjutkan selama PSBB berlangsung. Diharapkan dengan gotong royong dan kekompakan, kasus dan persebaran Covid-19 bisa turun drastis. ”Harapannya, PSBB ini tak sampai diperpanjang,” tegas dia.

KENDARAAN DAN TEMPAT USAHA HARUS TAAT

Pelanggaran Pembatasan Moda Transportasi

Sepeda Motor/R2 Berbasis Aplikasi

  • Tidak menggunakan masker
  • Tidak menggunakan sarung tangan
  • Suhu tubuh pengendara dan penumpang di atas normal/tidak sehat
  • R2 berbasis aplikasi dilarang mengangkut penumpang
  • Sepeda motor mengangkut penumpang tidak satu alamat KTP

Mobil

  • Tidak menggunakan masker
  • Melebihi jumlah orang maksimal 50 persen dari kapasitas kendaraan
  • Suhu tubuh pengendara dan penumpang di atas normal/tidak sehat

Angkutan Umum/Barang

  • Tidak menggunakan masker
  • Melebihi jumlah orang maksimal 50 persen dari kapasitas kendaraan
  • Suhu tubuh pengendara dan penumpang di atas normal/tidak sehat
  • Melebihi batas jam operasional

Pelanggaran Tempat Usaha

  • Masih ada unit usaha yang seharusnya tutup, tapi tetap buka. Misalnya, toko elektronik, penjual piala, penjual gitar, penjual sepatu, dan pedagang emas.
  • Tak menjaga jarak di area tempat berjualan
  • Masih ada yang tidak memakai masker di tempat berjualan
  • Masih ada penjual makanan yang memasang meja dan kursi. Padahal, seharusnya hanya melayani takeaway

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : omy/sam/jun/c6/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads