alexametrics

PSBB di Surabaya Raya Mulai Terapkan Sanksi Hari Ini

2 Mei 2020, 15:42:05 WIB

JawaPos.com – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya Raya sudah berlangsung lima hari. Namun, masih ada warga yang melanggar aturan. Karena itu, mulai hari ini, petugas tidak lagi memberikan imbauan atau sosialisasi. Aksi persuasif diakhiri. Sebagai gantinya, teguran dan penindakan akan dilakukan secara represif.

Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono menegaskan, penerapan PSBB kini masuk tahap teguran dan penindakan. Ada beberapa poin yang akan diterapkan. Salah satunya adalah tindakan represif. ’’Bagi yang berboncengan, kami minta diturunkan di tempat,’’ katanya.

Heru meminta masyarakat bisa memahami aturan yang sedang berlangsung. Sebab, tujuan PSBB adalah mencegah persebaran virus korona. ’’Semua untuk kebaikan dan kesehatan bersama,’’ ucapnya.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo mengatakan, pelaksanaan PSBB memunculkan beberapa poin di lapangan. Antara lain, masyarakat mulai menerapkan sistem pengamanan mandiri. Warga melakukan pemeriksaan secara swadaya. Pendatang diskrining untuk memastikan kampung mereka aman.

Setiap daerah menerapkan sistem pembatasan berlapis. Terutama pada malam hari. Misalnya, depan Stasiun Waru arah Sidoarjo. Jalur tersebut ditutup. Kendaraan diarahkan ke Wadung Asri. Kendaraan yang lolos checkpoint itu akan bertemu di titik jalan lingkar timur. Namun, jalur tersebut juga ditutup. Kendaraan diarahkan keluar di wilayah Candi.

Dia membenarkan masih ada yang belum sepenuhnya menaati aturan PSBB. Tim di lapangan menyiapkan bukti pelanggaran (tilang) PSBB. Pada lembaran bukti tersebut, tercantum jenis pelanggarannya.

Sementara itu, pelanggaran PSBB juga masih banyak ditemui di Sidoarjo. Karena itu, hari ini Polresta Sidoarjo mulai memberlakukan sanksi sesuai regulasi. Dari pengamatan di checkpoint Pos Polisi Waru, sejumlah pengguna jalan memang masih membandel. Banyak pengendara motor yang memboncengkan penumpang. Sesuai aturan PSBB, kendaraan roda dua dilarang memboncengkan penumpang. Kecuali satu keluarga.

Salah satunya, Hendra Bagas. Dia memboncengkan temannya, Irfan. Saat melintas di checkpoint, warga Surabaya itu diminta petugas putar balik. ’’Kata Pak Polisi tidak satu keluarga. Tidak boleh melintas,’’ katanya. Nasib serupa dialami Agus Hermawan yang kemarin hendak ke Buduran. Pria 40 tahun itu tidak diperbolehkan masuk ke Sidoarjo. ’’Karena berboncengan,’’ ucapnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan, pemeriksaan di checkpoint memang diperketat. Pengendara motor yang berboncengan dipelototi. ’’Kalau tidak satu KTP atau satu KK, pasti kami minta putar balik,’’ tegasnya.

Sanksi itu juga dikenakan kepada pengendara yang tidak memakai masker. Jika sebelumnya polisi memberikan masker, kini tidak ada lagi toleransi. ’’Pakai masker atau putar balik,’’ ucap mantan Kasubdit Regident Polda Metro Jaya itu.

Polisi juga memberikan sanksi bagi tempat usaha yang melanggar aturan. Mulai warung makan, warkop, hingga kafe. Sesuai aturan, tempat makan hanya diperbolehkan melayani pesanan bungkus atau take away.

Sumardji menuturkan, tempat usaha yang melanggar bakal diberi peringatan. ’’Kalau tetap bandel, akan ada sanksi pencabutan izin tempat usaha,’’ ucap polisi asal Nganjuk itu.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : byu/mia/lyn/riq/aph/c11/c7/oni

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads