alexametrics

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi: Semua UMKM Harus Berizin

Untuk Memudahkan Pemkot Kucurkan Bantuan
1 Desember 2021, 14:48:00 WIB

JawaPos.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi perhatian serius Pemkot Surabaya. Berbagai kebijakan digulirkan untuk menggerakkan usaha sektor mikro. Tujuan utamanya adalah pemulihan ekonomi pascapandemi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pihaknya akan melakukan intervensi kebijakan agar ekonomi UMKM bergerak. Nah, untuk memudahkan upaya itu, pemkot meminta semua UMKM memiliki izin usaha. Eri mengaku sudah meminta Dinas Perdagangan (Disdag) Surabaya untuk mendampingi para pelaku UMKM guna mengurus izin.

”Fungsinya (izin usaha, Red) berhubungan dengan intervensi pemerintah ke UMKM,’’ kata Eri di balai kota Selasa (30/11). Pemkot sudah melakukan sejumlah upaya untuk membantu ekonomi UMKM.

Salah satunya berupa pinjaman lunak. Pemkot melalui Bank Perkreditan Rakyat Surya Artha Utama (BPR SAU) menyediakan stimulus usaha.

Per pelaku usaha bisa meminjam dana dengan nilai maksimal Rp 2 juta. Bunganya hanya 3 persen. Sejauh ini program BUMD itu sudah menyasar sedikitnya 419 UMKM. Diharapkan semakin banyak UMKM yang mengakses bantuan itu untuk mengembangkan usahanya.

Untuk bisa mengaksesnya, UMKM harus punya izin usaha. Eri meminta disdag untuk mempermudah perizinan. Tidak sampai berlarut-larut. Cukup membuat surat pernyataan atau tulisan dengan keterangan jenis usaha yang dikerjakan. ”Yang lain bisa menyusul. Kalau ternyata nanti tata ruangnya tidak sesuai, ya berarti izinnya dicabut,’’ tegasnya.

Dia menyampaikan, pengurusan izin usaha bisa melalui Surabaya Single Window (SSW). Itu secara otomatis akan tersambung dengan one single submission (OSS) milik pemerintah pusat. Dengan demikian, pengurusannya tidak masuk ke pemkot, tapi langsung ke OSS pusat. ”Intinya, saya minta pendampingan izin UMKM. Sehingga semua UMKM di Surabaya mengantongi izin,’’ papar Eri.

Dengan begitu, berbagai jenis UMKM akan mudah terdeteksi. Misalnya, berapa UMKM yang bergerak di bidang produksi sepatu, handicraft, penjahitan, pembuatan kue, atau kegiatan produktif lainnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati memastikan pihaknya sudah proaktif melakukan pendampingan perizinan kepada UMKM. Semua pelaku UMKM yang didampingi sudah mengantongi surat izin usaha perdagangan (SIUP) atau nomor induk berusaha (NIB). ”Pendampingan selalu kita lakukan,’’ ujar Wiwiek.

Disdag juga berharap pelaku usaha yang belum mengurus izin untuk proaktif. Bisa melapor ke dinas perdagangan untuk diberi pendampingan terkait tata cara pengurusan izin usaha. ”Kami siap mendampingi. Karena izin ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha ke depan,’’ imbuhnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads