alexametrics

PPKM Level 3, Jangan Tutup Jalan Surabaya

Harapan Para Pengusaha Hotel
1 Desember 2021, 19:22:19 WIB

JawaPos.com- Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 pada 24 Desember-2 Januari nanti, berdampak pada okupansi hotel. Terlebih jika dilakukan pengetatan seperti sebelumnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Dwi Cahyono menuturkan, PPKM level 3 serentak memang masih tiga minggu lagi. Namun, dampaknya sudah dirasakan sekarang. Sejak aturan PPKM level 3 diumumkan, okupansi hotel turun sekitar 10 persen.

’’Jangankan menunggu nanti, sekarang saja dampaknya sudah terlihat,’’ ucapnya.

Dampak awal itu terjadi bukan tanpa alasan. Para tamu hotel khawatir pengetatan diberlakukan seperti sebelumnya. Belum lagi adanya penutupan beberapa jalan untuk membatasi kegiatan warga.

Menurut Dwi, pembatalan akhir tahun memang belum ada. Tapi, banyak yang bertanya soal pengetatan nanti seperti apa. Termasuk sampai kapan PPKM level 3 serentak itu diberlakukan. ”Terkait itu, kami belum memastikan. Takutnya nanti ada perpanjangan lagi,’’ paparnya.

Karena itu, lanjut dia, saat ini okupansi hotel cenderung turun sekitar 10 persen. Tepatnya, tidak lama setelah pengumuman PPKM level 3 serentak. Selain itu, yang dikhawatirkan dampaknya tidak hanya dirasakan di awal atau saat akhir tahun nanti. Tapi, sampai awal tahun depan. ”Sekarang sampai awal tahun, bisa juga PPKM diperpanjang,’’ terangnya.

Director of Sales and Marketing Hotel Majapahit Tenny Gustiva menuturkan, booking hotel untuk akhir tahun nanti awalnya cukup tinggi. Warga memesan sejak akhir Oktober. Hal itu memang di luar prediksi. Sebab, biasanya pemesanan dilakukan pada last minute.

Namun, lanjut dia, ternyata ada pengumuman PPKM level 3 serentak. Jumlah booking hotel untuk akhir tahun cenderung tidak bergerak. Cancel atau refund memang belum terjadi. ’’Kalau menurun tidak, cuma juga tidak naik,’’ terangnya.

Tenny menuturkan, jika mengacu pada PPKM level 3 sebelumnya, penurunan okupansi bisa sampai lebih dari 50 persen. Apalagi bila Jalan Tunjungan ditutup. Padahal, akses tersebut menjadi jalan utama menuju hotel. Dia berharap penerapannya nanti tidak seketat seperti sebelumnya. ‘’Apalagi masyarakat kan  juga sudah banyak yang vaksin. Sehingga aktivitas ekonomi, khususnya perhotelan, bisa terus berjalan,’’ paparnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : omy/c6/ai

Saksikan video menarik berikut ini: