alexametrics

Layanan Buruk Air Bersih, Musa: Direksi Perumda Giri Tirta Mundur Saja

1 Desember 2021, 16:37:07 WIB

JawaPos.com- Dalam setahun terakhir, ribuan pelanggan air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta tampaknya mesti terus ekstrasabar. Betapa tidak, hingga kini layanan dasar dan pokok itu masih tetap buruk. Distribusi air ke rumah-rumah warga kerap kali mampet.

Sepekan terakhir ini, misalnya. Di beberapa kawasan hanya menikmati air dari BUMD Pemkab Gresik itu sehari. Sebut saja di antaranya beberapa kompleks perumahan di Kecamatan Manyar. Itupun kualitasnya keruh. Padahal, wilayah itu termasuk sentra UMKM. Mulai jasa laundry hingga produksi beragam minuman.

Bagi pelaku UMKM, kebutuhan air memang sangat vital. Dampak air yang mampet, membuat biaya produksi mereka membengkak. Untuk membeli air pikap per hari Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu. Terkadang harus antre. Kalau mati seminggu saja, tinggal mengalikan saja. ‘’Belum lagi ditambah harga minyak goreng juga naik. Jadi, makin sengsara saja warga kecil seperti kita ini. Nggak nyucuk dengan keuntungan,’’ kata Sumarni, salah seorang pelaku usaha gorengan.

Karena itu, untuk kali kesekian, banyak warga menumpahkan kekesalannya terhadap layanan air tersebut melalui laman-laman sosial media. Bahkan, ada yang mengaku sampai terpaksa mandi menggunakan air tadah hujan. ‘’Kemarin saat hujan dapat air dua ember untuk mandi. Daripada mau numpang mandi di SPBU malu,’’ kata Priyambodo, warga Kecamatan Manyar.

Menanggapi itu, Anggota DPRD Gresik Musa juga sangat prihatin dengan pelayanan Perumda Giri Tirta.  ‘’Saya tidak komentar banyak-banyak. Sudahlah, kalau masih punya rasa malu, sebaiknya seluruh jajaran direksi itu mundur saja. Sebab, terbukti gagal memberikan pelayanan prima pada masyarakat,’’ ujar mantan ketua PMII Gresik, Rabu (1/12).

Menurut Musa, pihaknya sudah berkali-kali mengundang rapat kerja dengan manajemen Perumda Giri Tirta. Namun, setiap kali diundang, selalu memberikan harapan-harapan akan berbenah atau siap memperbaiki pelayanan. ”Ternyata kan masih PHP (pemberi harapan palsu). Lihat saja keluhan warga di media-media sosial,” kata politikus muda NU asal Bawean itu.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini: