alexametrics

Bos Beton Bayar Batu Kerikil dengan Cek Kosong, Korban Merugi Rp 1,9 M

1 Desember 2020, 19:27:50 WIB

JawaPos.com – Direktur Utama PT Surya Beton Indonesia (SBI) Suhendro berurusan dengan polisi. Dia menjadi tersangka kasus penipuan. Modusnya memesan batu kerikil dengan cek kosong.

Dalam laporannya, korban menyebut kerugian yang dialami mencapai Rp 1,9 miliar. Suhendro kini ditahan penyidik. ”Unsur pidananya sudah memenuhi,” ujar Kanitpidek Polrestabes Surabaya AKP Teguh Setiawan.

Teguh menjelaskan, perusahaan tersangka bergerak di bidang pembuatan beton. Nah, salah satu bahan yang diperlukan adalah batu kerikil. PT SBI yang dipimpin tersangka membelinya ke PT Calvary Abadi (CA).

PT SBI memesan batu kerikil itu secara bertahap. Dari November 2019 sampai Januari 2020. Suhendro melakukan pemesanan dengan menerbitkan purchase order (PO). ”Dia (Suhendro, Red) memberikan cek kepada perusahaan yang menjadi korban,” kata Teguh.

Menurut korban, tersangka sudah memberikan 19 lembar cek. Suhendro menyebut cek itu bisa dicairkan dalam kurun waktu 3 bulan. ”Mei coba dicairkan ke bank, tetapi tidak bisa,” terangnya. Masing-masing cek itu memiliki nominal Rp 101 juta.

PT CA, lanjut dia, sudah menyampaikan kendala itu ke perusahaan tersangka. Namun, konfirmasi yang dilakukan tidak pernah menemui titik terang. ”PT CA juga sudah memberikan somasi,” tuturnya.

Lantaran tidak mendapat tanggapan yang jelas, pimpinan PT CA mengambil langkah tegas. Kasus itu dilaporkan polisi. ”Laporan masuk Juli 2020,” ucap polisi dengan tiga balok di pundak tersebut. Teguh mengatakan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi dan bukti yang dibawa saat perusahaan yang menjadi korban melapor. Hasilnya, penyidik menemukan dua alat bukti untuk menetapkan Suhendro sebagai tersangka.

Mantan Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo itu menerangkan, batu kerikil yang dibeli tersangka sudah diolah menjadi beton. Suhendro melalui perusahaannya telah menjualnya ke pihak lain. Namun, dia tidak membayar kerikil yang sudah dipakainya tersebut. ”Masih dalam pendalaman terkait keuntungan. Yang jelas, kerugian yang dilaporkan oleh korban hampir Rp 2 miliar,” paparnya.

Suhendro, jelas dia, dijerat pasal yang mengatur tentang penipuan. Sebab, dalam praktiknya, pria 55 tahun itu menguntungkan diri dengan perbuatan melawan hukum. Dia membuat orang menyerahkan sesuatu dengan tipu muslihat. ”Bank tidak bisa mencairkan cek dari tersangka karena dananya tidak cukup,” ungkapnya.

Teguh menuturkan, perkara itu masih berpeluang berkembang. Menurut sudut pandangnya, bukan tidak mungkin masih ada korban lain. Sebab, bahan membuat beton tidak hanya batu kerikil. Dia mengimbau pihak lain yang merasa dirugikan membuat laporan.

TERPELESET CEK KOSONG

  • PT Surya Beton Indonesia (SBI) membeli kerikil ke PT Calvary Abadi (CA) secara bertahap. Total nilai Rp 1,9 miliar.
  • Dirut PT SBI Suhendro memberikan cek untuk pembayaran yang disebut bisa dicairkan dalam kurun waktu tiga bulan.
  • PT CA mengirimkan semua pesanan tersangka.
  • PT CA mencairkan cek ke bank, tetapi tidak bisa karena dana tidak cukup.
  • Negosiasi dan somasi sudah ditempuh PT CA ke PT SBI. Namun, tidak ada tanggapan.
  • PT CA melapor kepada polisi.

Sumber: Polrestabes Surabaya

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/c13/eko


Close Ads