alexametrics

36 Siswa Positif Covid-19, Pemkot Surabaya Kaji Ulang Buka Sekolah

1 Desember 2020, 20:02:51 WIB

JawaPos.com − Rencana pemkot menggelar pembelajaran tatap muka pada akhir tahun ini terpaksa ditunda. Penyebabnya, persebaran virus korona. Sejumlah siswa yang hendak masuk sekolah terinfeksi virus asal Tiongkok itu.

Bukti tersebut terlihat dari hasil uji usap siswa. Minggu lalu 3.627 murid kelas IX menjalani tes swab. Pemeriksaan kesehatan itu digelar di 17 SMP negeri dan swasta. Hasilnya, tidak seluruh pelajar dinyatakan sehat. Sebanyak 36 siswa terpapar Covid-19. Hal itu menunjukkan virus korona memang tak pandang bulu. Bisa menyerang segala usia.

Kepala Bagian Humas Febriadhitya Prajatara menuturkan, pemkot tidak ingin terburu-buru membuka kembali pembelajaran tatap muka. Kebijakan itu bisa berjalan dengan sebuah garansi. Seluruh siswa dan guru dipastikan sehat. Tidak terinfeksi Covid-19.

Febri, sapaan akrab Febriadhitya Prajatara, menuturkan bahwa jumlah siswa yang terpapar korona memang kecil. Persentasenya hanya 1 persen. Namun, pemkot memilih menunda terlebih dahulu pembelajaran tatap muka. Sembari terus memantau kesehatan siswa. ”Karena program ini harus berjalan lancar. Jangan sampai memicu persebaran korona di sekolah,” terangnya.

Ya, setelah hasil uji usap siswa keluar, pemkot tengah melakukan evaluasi. Langkah mengkaji ulang pembukaan sekolah digelar. Evaluasi itu dilakukan satgas percepatan penanganan Covid-19, dinas pendidikan (dispendik), serta melibatkan dinas kesehatan (dinkes).

Pemkot memilih mengerem terlebih dahulu sekolah tatap muka. Tujuannya, kebijakan itu tidak memicu persoalan baru. Sebab, keselamatan siswa, guru, serta wali murid merupakan fokus utama pemkot di masa pandemi korona ini.

Kepala Dispendik Supomo menjelaskan, sejumlah siswa yang terpapar korona itu menjadi bentuk peringatan. Pembukaan pembelajaran tatap muka harus dimatangkan. ”Evaluasi mendalam dilakukan terlebih dahulu,” ucapnya setelah menghadiri peringatan Hari Guru di Balai Pemuda, Senin (30/11).

Langkah pertama adalah kembali melakukan pendataan. Guru, siswa, dan wali murid dipelototi. Tujuannya menemukan guru, siswa, dan wali murid yang memiliki penyakit penyerta.

Sembari melakukan pendataan, langkah testing, tracing, serta treatment dilanjutkan. Siswa dan wali murid yang terpapar korona segera mendapatkan perawatan agar cepat membaik. Kemudian, tracing dilakukan untuk mengetahui persebaran Covid-19.

Mantan kepala dinas sosial itu belum bisa memastikan kapan pembelajaran tatap muka dihelat. Awalnya, pemkot menargetkan pada Desember ini, siswa kelas IX SMP masuk sekolah. Tujuannya mempersiapkan ujian. Namun, dengan bukti hasil uji usap itu, rencana tersebut mungkin tertunda. ”Apakah Desember atau sesuai petunjuk pemerintah pada Januari masih kami kaji,” terangnya.

Sangat mungkin banyaknya siswa yang terpapar korona disebabkan aktivitas di lingkungan rumah. Pelajar kerap tidak mengenakan masker dan abai jaga jarak. Alhasil, ketika daya tahan tubuh menurun, virus korona menyerang.

Sementara itu, pemkot kembali mengimbau warga untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes). Pasalnya, dari telaah satgas percepatan penanganan Covid-19, ditemukan adanya penurunan kesadaran dalam mematuhi aturan itu.

Warga terkesan euforia. Mereka lupa korona masih ada. Di beberapa tempat, satgas kerap menemukan warga yang tidak menjaga jarak serta enggan mengenakan masker. Sebagai solusinya, pemkot kembali mengimbau agar warga meningkatkan kedisiplinan. Harapannya, gelombang kedua virus korona tidak menghampiri Kota Pahlawan.

Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Irvan Widyanto mengatakan, ada empat poin imbauan dari pemkot. Pertama, terus memakai masker, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan.

Irvan mendapatkan banyak temuan. Ketika menggelar acara, warga abai dengan prokes. ”Ketika makan-makan, lepas masker. Nah, mereka lupa waktu selesai makan, masker tidak kembali dikenakan,” terangnya.

Kedua, meminta satgas percepatan penanganan Covid-19 mandiri di seluruh tempat kembali aktif. Misalnya, di tempat ibadah, kantor, serta di tempat usaha. Poin ketiga, pemkot meminta warga yang menggelar hajatan tetap mematuhi prokes. ”Selain itu, kami meminta satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo berperan optimal dalam memutus mata rantai korona,” tegas mantan Kasatpol PP itu.

Dari data yang dihimpun pemkot, jumlah pasien dalam perawatan mencapai 69 orang. Bertambah dari sebelumnya 47 orang. Pemkot berupaya menurunkan itu dengan terus menggeber testing, tracing, dan treatment.

MENGAPA BELUM ADA KEPASTIAN TANGGAL SEKOLAH BUKA?

  • Pemkot menemukan siswa yang terpapar Covid-19.
  • Dari hasil uji usap, murid yang terinfeksi Covid-19 mencapai 36 pelajar.
  • Pemkot mengkaji ulang pembukaan sekolah.
  • Kembali mendata guru, siswa, dan wali murid yang komorbid.
  • Menggeber uji usap di permukiman.
  • Satgas di tingkat wilayah diminta aktif.
  • Warga diimbau tetap mematuhi prokes.
  • Ada dua opsi pembukaan sekolah, Desember atau sesuai SKB menteri pada Januari tahun depan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : aph/c6/git


Close Ads