alexametrics

Saat Tahanan Menikah, Peluk Erat dan Bisikkan Kata Maaf ke Istri

1 September 2019, 19:21:45 WIB

JawaPos.com – Suasana haru menyelimuti pernikahan tahanan penyalahgunaan narkotika kemarin (31/8). Tempatnya ada di Masjid Al-Hidayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Acara tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat polisi.

Suasana di halaman Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak tampak berbeda kemarin. Sejumlah polisi menyalakan sound system cukup keras. Mereka memutar lagu-lagu dangdut.

Di dalam masjid, juga ada bungkusan berisi jajanan dan nasi. Berjajar rapi. Rupanya, di sana sedang berlangsung akad nikah Arafat, tahanan kasus narkoba, dengan gadis pujaan hatinya, Karin.

Arafat tampak rapi. Mengenakan setelan jas dan kalung bunga. Dia lantas duduk di depan penghulu. Demikian juga halnya dengan Karin yang mengenakan gaun putih berenda. Mereka tampak siap melaksanakan ijab kabul. ’’Kami memfasilitasi saja. Karena ini permintaan keluarga,’’ kata Kasatnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Moch. Yasin.

Pernikahan itu terpaksa dilakukan di mapolres. Sebab, Arafat kini masih menjadi tahanan kasus penyalahgunaan narkotika. Dia ditangkap beberapa waktu lalu di tempat tinggalnya, kawasan Sawahan. Dia terjerat pengembangan penyidikan kasus yang dilakukan polisi Dari sana polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu poket sabu-sabu seberat 0,30 gram.

Tanpa banyak bicara, Arafat dibawa ke mapolres. Di hadapan penyidik, dia mengakui segala perbuatannya. Dia menjadi budak sabu-sabu setahun belakangan. Dia biasa membelinya dengan cara ranjau. Saat ditanya penyidik, Arafat mengaku terpaksa mengonsumsi sabu-sabu. ’’Pelaku mengaku broken home,” ucap Yasin.

Ternyata, saat ditangkap saat itu, Arafat hendak menikah. Pihak keluarga meminta Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk memberi izin pernikahan pelaku itu. Yasin menegaskan, pernikahan boleh dilangsungkan, tapi tidak di luar mapolres. Pelaku boleh menikah dengan mempelai perempuan di Masjid Al-Hidayah dengan pengawalan ketat polisi.

Pada pukul 10.15 kemarin, akad selesai dilaksanakan. Suasana haru tampak menyelimuti prosesi pernikahan tersebut. Setelah bersalaman dengan sang istri, tangis Arafat langsung pecah. Dia memeluk erat Karin sambil membisikkan kata-kata permintaan maaf.

Karin juga berusaha menguatkan sang suami dengan menepuk pundak Arafat. Dukungan keluarga Arafat dan keluarga mempelai perempuan ikut menguatkan. Tidak henti-hentinya, Arafat juga meminta maaf kepada keluarga yang hadir pagi itu.

’’Semoga pelaku ini bisa berubah nanti. Saya percaya pasti ada hikmah di balik kejadian ini,’’ kata Yasin.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : yon/c7/git



Close Ads