alexametrics

Posko Pengaduan Terima 14 Laporan Korban Gilang Bungkus Kain Jarik

Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa
1 Agustus 2020, 17:17:38 WIB

JawaPos.com – Korban dugaan pelecehan seksual oleh GL bergiliran melapor ke posko pengaduan BEM Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair. Hingga Jumat (31/7), tercatat sudah ada 14 orang yang mengadu. Mereka berasal dari sejumlah kota. Bahkan luar Pulau Jawa.

Narahubung posko pengaduan Nabila Aliefia menuturkan, belasan korban itu tidak hanya berasal dari Kota Pahlawan, Surabaya. Menurut catatannya, ada juga yang tinggal di Semarang, Garut, dan Banjarmasin. ”Kaget juga secara pribadi,” katanya.

Dia tidak menyangka korban dugaan pelecehan seksual itu berasal dari sejumlah tempat. Nabila awalnya berpikir yang menjadi korban hanya tinggal di Surabaya. Menurut dia, korban yang mengadu sudah mendapat tindak lanjut. Mereka diberi ruang untuk menjelaskan kronologi dugaan pelecehaan seksual yang dilakukan GL.

”Ada grup WhatsApp untuk menampung cerita para korban,” ungkapnya. Di dalam grup itu juga terdapat salah satu dosen yang diberi mandat oleh fakultas sebagai pendamping.

Nabila mengatakan, korban yang mengadu sebenarnya lebih dari 14 orang. Hanya, sebagian enggan dimasukkan grup. Faktornya beragam. Mulai malu, trauma, sampai belum merasa menjadi korban secara langsung. ”Mereka cuma menceritakan pengalamannya. Belum mau dimasukkan grup,” tuturnya.

Dia memprediksi angka korban dugaan pelecehan itu bertambah. Sebab, memang tidak mudah bagi korban untuk berani bersuara. ”Demi kebaikan bersama, kami harap bisa melapor,” pintanya.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya Iptu Fauzi Pratama mengaku tidak heran dengan banyaknya korban yang mengadu. Sebab, menurut pengamatannya, terduga pelaku memang beraksi sejak lama.

GL, kata dia, menjadikan mahasiswa baru sebagai calon korban. Mahasiswa FIB Unair tersebut mengajak mereka kenalan lewat media sosial (medsos). ”Dari medsos, kemudian minta nomor telepon,” jelasnya.

Lulusan Akpol 2015 itu menambahkan, terduga pelaku tidak hanya menjadikan mahasiswa baru sebagai incaran. GL juga mencari pelajar yang mau kuliah. ”Mohon waktu untuk pendalaman,” ungkapnya.

Fauzi mengatakan, perkara tersebut mendapat atensi dari banyak pihak. Unit yang dipimpinnya akan berupaya maksimal untuk menemukan keberadaan GL. ”Kami sudah ke kampus yang bersangkutan (GL) untuk menggali informasi,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan, dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan GL viral di media sosial (medsos) beberapa hari terakhir. Kasus itu menarik banyak perhatian karena korbannya tidak sedikit. Beberapa figur publik sampai ikut menyuarakan kegeramannya. Di antaranya, komika Ernest Prakasa dan selebgram Karin Novilda atau yang akrab disapa Awkarin.

GL dalam aksinya meminta korban untuk mengikat diri. Mayoritas dengan kain jarik. Bungkusan manusia itu dijadikan fantasi seksual. GL merasa terangsang ketika melihatnya. Korban menuruti permintaan itu karena takut dengan GL yang dianggap lebih dewasa atau senior.

Lacak Korban, Unair Buka Hotline

Kasus dugaan pelecehan seksual berkedok riset tutup-menutup kain jarik yang viral di media sosial (medsos) langsung ditindaklanjuti Unair. Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (PIH) Unair Suko Widodo mengatakan, kasus yang kini menjadi viral di medsos tersebut sudah ditelusuri Dekanat dan Komisi Etik FIB Unair. Mahasiswa yang bersangkutan dengan kasus tersebut juga telah dipanggil. Namun, belum bisa dihubugi. ”Informasi terkait mahasiswa itu benar. Dia semester 10 di FIB,’’ katanya.

Suko mengaku, selama ini belum pernah ada laporan yang masuk terkait aksi yang dilakukan GL. Informasi tersebut diperoleh justru sejak ramai di medsos. ”Sekarang fakultas tengah melakukan pelacakan. Kalau ternyata benar, fakultas akan melakukan tindakan. Fakultas tidak melindungi terhadap tindakan salah yang dilakukan mahasiswa itu,” tegasnya.

Dia menuturkan, fakultas terus berupaya menghubungi oknum. Begitu juga mengontak orang tua oknum mahasiswa tersebut. ”Tentu kami masih melacak dan akan memverifikasi tindakan tersebut,” ujarnya.

Dekan FIB Unair Prof Diah Ariani Arimbi mengatakan dalam surat edarannya bahwa pihaknya belum pernah sama sekali mendapatkan laporan terkait adanya tindak pidana pelecehan seksual yang diberitakan dan dilakukan oknum mahasiswa FIB. ”Kami segera merespons informasi terkait dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan mahasiswa tersebut,” katanya.

Saat ini, FIB dan komisi etik fakultas sedang melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap kasus tersebut dan siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut. ”FIB juga tidak akan melindungi siapa pun sivitas akademika ketika melakukan pelanggaran etika berperilaku di kampus. Apalagi hingga pelanggaran pidana,” jelasnya.

Menurut dia, korban atau pihak yang pernah mendapatkan perlakuan serupa dari pelaku diharapkan bisa segera melapor ke hotline atau e-mail resmi FIB atau help center Unair 08161550 7016/ helpcenter.airlangga@gmail.com.

Bukan hanya itu, FIB Unair juga menyediakan layanan konseling kepada para korban dan identitas korban akan terjamin kerahasiaannya. FIB Unair pun memastikan bahwa tindakan pelecehan seksual dengan alasan penelitian tidak pernah ada. ”Selama ini FIB tidak pernah ada penelitian yang mengarah pada pelecehan seksua atau praktik-praktik lain,” ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/ayu/c13/eko



Close Ads