alexametrics

Periksa Kehamilan Rutin Bisa Turunkan Angka Kematian Ibu

1 Juli 2022, 11:18:57 WIB

JawaPos.com- Angka kematian ibu (AKI) masih tinggi. Berdasar data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2022, AKI di Jawa Timur tertinggi kedua setelah Jawa Barat. Sebanyak 72 ibu meninggal selama periode kehamilan hingga masa nifas.

Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jatim Nanik Handayani mengatakan, ada beberapa upaya untuk menurunkan AKI. Mulai menjalin kerja sama lintas sektor, meningkatkan kemampuan bidan, hingga secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi sarana-prasarana fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Menurut dia, ada beberapa faktor penyebab kematian saat masa kehamilan. Misalnya, keterjangkauan fasyankes, pendarahan, penyakit jantung, hingga infeksi postpartum pasca kelahiran. ’’Rata-rata karena preeklampsia. Peningkatan tekanan darah,” ucapnya kemarin (30/6).

Seharusnya, kata Nanik, kehamilan terencana dan terpantau. Sebisanya pada usia ideal, yaitu 20 sampai 35 tahun. ’’Ketika dipastikan hamil, pemeriksaan rutin seperti tekanan darah, berat badan, hingga perkembangan janin mutlak dilakukan,’’ lanjutnya.

Sementara itu, Kaprodi Diploma Tiga Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Fitria Anggraini mengatakan, upaya untuk memudahkan proses persalinan dilakukan dengan senam hamil.

Senam dapat membantu ibu hamil latihan pernapasan, menguatkan energi, hingga membuat rileks. Dengan begitu, ibu hamil mudah beradaptasi dengan perubahan tubuhnya. 

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : dho/c7/ai

Saksikan video menarik berikut ini: