alexametrics

Dispensasi Denda Sewa Rusun di Surabaya sampai 31 Juli

1 Juli 2022, 11:25:46 WIB

JawaPos.com- Pemkot Surabaya memberikan dispensasi terkait pembayaran rumah susun sederhana sewa (rusunawa) atau flat. Warga yang menunggak akan dibebaskan dari denda. Namun, kebijakan dari dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta pertanahan (DPRKPP) tersebut hanya berlaku sampai 31 Juli.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman DPRKPP Lasidi menyatakan, kebijakan tersebut dibuat untuk meringankan beban penghuni. Sebab, banyak yang belum melunasi biaya sewa. Ada yang terlambat satu bulan, tiga bulan, bahkan sampai lima bulan.

Sesuai aturan, penghuni yang terlambat membayar sewa dikenai denda administrasi. Besarnya 2 persen dari tagihan pokok. Misalnya, penghuni Flat Romokalisari lantai 1. Biaya sewa per bulan Rp 59 ribu. Jika terlambat satu bulan, dendanya hanya Rp 1.180 atau hampir dua ribu rupiah.

Tarif sewa rusunawa paling tinggi adalah Rusunawa Menanggal dan Tambak Wedi II. Penghuni lantai 1 dikenai tarif sewa Rp 164 ribu. ”Tetapi, ukuran besar atau tidak itu kan relatif. Tetap kita berikan toleransi dan sekarang ada dispensasi,” kata Lasidi.

Menurut dia, pembebasan denda sewa diberlakukan untuk seluruh penghuni. Tanpa terkecuali. Sebab, penghuni rusunawa rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu. ”Baik yang tunggakannya satu atau dua bulan maupun yang sudah lama menunggak. Kita (perlakukan, Red) sama,” ucapnya.

Lasidi menegaskan, kebijakan tersebut bukan semata-mata untuk memaksa penghuni. Tetapi, yang masih menunggak sebaiknya memang segera melunasinya. Sebab, setelah 31 Juli, sanksi denda bakal kembali diberlakukan.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : adi/c6/ady

Saksikan video menarik berikut ini: