alexametrics

Di Ubaya, Staf dan Dosen Wajib Isi Form Kesehatan lewat Aplikasi

1 Juli 2020, 05:05:39 WIB

JawaPos.com – Persiapan new normal telah dilakukan Universitas Surabaya (Ubaya). Kampus yang berpusat di Jalan Tenggilis Mejoyo itu sudah membuat skema menuju era new normal. Menjelang fase ketiga, sistem administrasi kampus pun mulai diaktifkan secara offline.

Rektor Ubaya Benny Lianto mengatakan bahwa persiapan menuju new normal dilakukan sejak Mei. Ubaya menyiapkan beberapa skema dan fase. Pada fase pertama, Ubaya menerapkan perkuliahan 100 persen daring dan melakukan pembatasan izin masuk kampus.

Pada fase kedua, ujian akhir semester (UAS) dilaksanakan melalui daring dan mulai diberlakukan jadwal piket dengan pembatasan jumlah. Seluruh pimpinan pun mulai masuk sesuai jam kerja penuh. ”Saat ini sudah masuk fase kedua sampai 5 Juni,” katanya.

Benny menuturkan, Ubaya akan menerapkan sistem perkuliahan sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Yakni, proses belajar-mengajar dilakukan melalui daring hingga akhir Desember. ”Saya rasa semua kampus sama untuk sistem perkuliahannya,” ujarnya.

Meski begitu, Ubaya tetap memberikan prioritas terhadap kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan secara offline. Contohnya, kegiatan penelitian terbatas, mulai skripsi hingga tesis. Itu pun akan dijadwal ketat dan jumlah mahasiswa yang boleh menggunakan fasilitas hanya 50 persen dari kapasitas ruangan. ”Dan, itu berada di bawah pengawasan dosen,” tegasnya.

Pada fase ketiga yang akan dimulai pada 6 Juli, sebagian karyawan mulai diizinkan masuk kampus. Namun, hanya dibatasi 30 persen sesuai dengan kebutuhan. ”Semua dosen dan karyawan yang masuk harus menginformasikan kondisi kesehatan dengan mengisi form penapisan melalui aplikasi MyUbaya. Kalau tidak sehat, tidak boleh masuk kampus dulu,” ujarnya.

Untuk menyambut hal itu, pihaknya juga menyiapkan berbagai infrastruktur. Di antaranya, memperbanyak sarana cuci tangan di setiap gedung. Kemudian, menyemprotkan disinfektan ke seluruh ruangan di kampus. Juga mewajibkan penggunaan masker dan face shield. ”Jika tidak menggunakan masker dan face shield, maka tidak boleh masuk,” kata dia.

Benny menuturkan, Ubaya telah menyiapkan skema tersebut secara bertahap. Khususnya untuk mengizinkan karyawan bekerja offline di kampus. Setelah 30 persen karyawan diperbolehkan bekerja di kampus, lalu pada Agustus akan dikaji lagi dan ditambah kuantitasnya menjadi 50 persen. ”September akan dievaluasi lagi dan melihat situasi persebaran Covid-19 di Surabaya seperti apa,” jelasnya.

Menurut Benny, Ubaya harus siap menyambut era new normal. Tentunya dengan melakukan beberapa penyesuaian. Selain menyiapkan berbagai skema dalam pelaksanaan new normal di kampus, Ubaya juga memberikan fasilitas pembelajaran daring kepada mahasiswa.

Mekanisme Ubaya Back to Next Normal:

Pada 12 Mei−9 Juni

Kegiatan belajar-mengajar (KBM) 100 persen online.

Pembatasan masuk ke kampus.

Kegiatan meet the parent online.

10 Juni−5 Juli

Karyawan piket dengan pembatasan jumlah.

Pimpinan mulai masuk sesuai jam kerja.

6 Juli−9 Agustus

Maksimal 30 persen karyawan sudah diizinkan masuk sesuai dengan kebutuhan unit. Mereka harus mengisi form penapisan melalui aplikasi MyUbaya.

MOB online.

Kegiatan daftar ulang dan perencanaan studi dilakukan online.

10 Agustus−30 November

KBM online. Kecuali kegiatan prioritas (praktikum, skripsi, dan lain-lain).

Kerja praktik online.

Wisuda online.

Layanan offline (kantin, perpustakaan, dan shuttle bus berjalan normal dengan mengutamakan standar protokol kesehatan Covid-19).

1−31 Desember

UAS online.

Layanan offline sesuai protokol kesehatan Covid-19.

1 Januari

– Ubaya kembali ke normal berikutnya.

Sumber: Rektor Ubaya Benny Lianto

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ayu/c6/git



Close Ads