alexametrics

Sosialisasi Sudah Berakhir, Patuhi PSBB Gresik atau Ditindak Tegas

1 Mei 2020, 16:29:11 WIB

JawaPos.com – Masa sosialisasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah persebaran Covid-19 di Kabupaten Gresik sudah berakhir. Hari ini (1/5) petugas gabungan dari TNI, Polri, satpol PP, dinas perhubungan, dan instansi terkait lain mulai bertindak tegas. Mereka yang melanggar ketentuan dikenai sanksi sesuai aturan PSBB.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo mengatakan, sejak PSBB diterapkan Selasa lalu (28/4) hingga kemarin, petugas gabungan sudah intensif melaksanakan sosialisasi. Jajarannya, mulai dari tingkat desa hingga polsek, juga terus bergerak melaksanakan sosialisasi. Mulai dengan berpatroli hingga mendatangi tempat-tempat umum.

Demikian juga yang dilakukan oleh tim dari TNI maupun pemkab. Selama ini mereka juga tiada henti memberikan imbauan. ”Karena itu, mulai besok (hari ini, Red) kami akan menjalankan tindakan-tindakan tegas seperti yang sudah diatur dalam ketentuan PSBB,” ujar mantan perwira menengah kelahiran Jawa Tengah itu.

Seperti pernah diberitakan, salah satu ketentuan yang sudah tertuang dalam aturan PSBB adalah pemberlakuan jam malam. Warga dilarang beraktivitas di luar rumah mulai pukul 21.00 hingga 04.00. Juga ada ketentuan wajib mengenakan masker saat berada di luar rumah, pembeli di warung harus takeaway, dan warga diimbau untuk melaksanakan ibadah di rumah. Selain itu, ada ketentuan saat berkendara. Misalnya, ojek online tidak boleh membawa penumpang dan mobil hanya boleh membawa penumpang 50 persen dari kapasitas.

Selama PSBB, perusahaan juga diimbau untuk melaksanakan work from home. Kalau tidak bisa, perusahaan harus mematuhi beberapa ketentuan. Di antaranya, mengurangi 50 persen pekerja dengan mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, bersarung tangan, mencuci tangan, menerapkan physical distancing, dan beberapa kewajiban lain.

Kapolres juga mengimbau, pada hari ini yang bertepatan dengan peringatan Hari Buruh tidak ada aksi para pekerja atau buruh. Sebab, PSBB masih berlaku. Dia berterima kasih karena sampai kemarin belum ada serikat pekerja yang mengajukan izin untuk mengadakan aksi May Day. ”Alhamdulillah, terima kasih kepada para pekerja karena mematuhi PSBB,” kata Kusworo.

Selama PSBB, petugas, lanjut dia, juga terus melakukan kontrol, patroli intensif, dan penjagaan di 17 checkpoint wilayah perbatasan. Kalau ada yang melanggar PSBB, sanksi akan dijatuhkan, mulai teguran tertulis, pencabutan izin sesuai kewenangan instansi yang bersangkutan, hingga hukuman penjara dan denda Rp 100 juta. ”Kami tetap meminta di rumah saja untuk memutus persebaran Covid-19,” papar mantan Kapolres Jember itu.

Kepala Satpol PP Pemkab Gresik Abu Hassan mengatakan, sesuai Peraturan Bupati Gresik Nomor 12 Tahun 2020 tentang PSBB, seluruh aktivitas fasilitas umum, tempat ibadah, hingga warung dibatasi. ”Bukan melarang untuk membuka warung atau rumah makan. Namun, harus dibatasi dengan ketentuan-ketentuan yang sudah banyak disampaikan,” ujarnya.

Kemarin (30/4), lanjut Abu Hassan, pihaknya memang masih melihat warung ramai gara-gara menyediakan layanan wifi di kawasan Putri Cempo. Mayoritas warung tutup karena Ramadan. Namun, pengunjung datang untuk memanfaatkan wifi. ”Karena itu, kami berharap hal tersebut menjadi perhatian bagi para pengelola untuk mematikan sementara fasilitas tersebut. Kalau tetap demikian, petugas bisa menutup paksa,” tegasnya.

BLT Dana Desa Mulai Cair

Sejumlah desa mulai mencairkan dana bantuan langsung tunai (BLT) untuk warga terdampak Covid-9. BLT itu berasal dari dana desa (DD). Setiap kepala keluarga (KK) mendapatkan Rp 600 ribu. Hingga kemarin (30/4), sudah empat desa yang mencairkan BLT tersebut.

Salah satunya Desa Sidorejo, Kecamatan Bungah, dengan jumlah penerima 45 KK. Selain itu, ada Desa Baron, Kecamatan Dukun, dengan 87 KK. Dua desa lainnya adalah Kambingan dan Dadapkuning, Kecamatan Cerme, masing-masing 89 KK dan 100 KK.

Wabup Muhammad Qosim secara simbolis menyerahkan dana BLT tersebut di Balai Desa Sidorejo kemarin. Di hadapan warga, Qosim meminta uang Rp 600 ribu yang akan diberikan setiap bulan itu digunakan untuk membeli kebutuhan pokok. ”Tolong jangan digunakan untuk membeli yang tidak perlu,” kata pria yang juga ketua DPC PKB Gresik itu.

Dia juga menyarankan dana BLT tersebut segera dibelanjakan untuk kebutuhan pokok dalam sebulan. Dengan demikian, warga menjadi tenang. Sebab, saat ini Gresik telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Nah, di antara aturannya, warga tidak boleh keluar rumah dan jam malam diberlakukan. ”Uang itu untuk beli sembako saja. Tenang dan tinggal beribadah di rumah, apalagi saat ini bulan penuh berkah,” tuturnya.

Camat Bungah Kiki Nuryadi yang mendampingi penyerahan dana BLT tersebut menambahkan, pihaknya masih mengusulkan 69 KK lagi untuk Desa Sidorejo. Sebab, pemkab sudah menyampaikan, jika DD kurang untuk BLT, pihaknya bisa mengusulkan. Yang terpenting, betul-betul tepat sasaran.

Desa Dadapkuning kemarin juga menyerahkan BLT kepada warga. Salah seorang di antaranya Djanis. Perempuan 67 tahun itu menangis ketika sejumlah petugas datang bersama perangkat dan Forkopimka Cerme ke rumahnya. Djanis tergolek di tempat tidur karena sedang sakit. ”Penerima BLT tidak boleh diwakilkan. Harus diterima sesuai nama dan alamatnya,” ujar Camat Cerme Suyono.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bappeda Gresik Hermanto T. Sianturi mengatakan, DD yang sudah diterima desa itu dikurangi 30 persen untuk BLT. ”Dari pagu itu kalau kemudian habis untuk BLT, bisa mengusulkan lagi. Syaratnya, uang itu sudah digunakan dan masih ada warga yang membutuhkan BLT,” paparnya.

Mantan kepala dispendukcapil itu menambahkan, untuk warga KTP luar kota tapi berdomisili di Gresik juga berlaku ketentuan yang sama. Mereka yang terdampak Covid-19 bisa mengajukan diri.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : yog/son/yad/c11/hud

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads