alexametrics

Rapid Test Satu Anggota DPRD Sidoarjo Positif, Belum Uji Swab

1 Mei 2020, 17:21:32 WIB

JawaPos.com – Plt Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin sudah dua kali melakukan uji cepat (rapid test) Covid-19. Hasilnya sama-sama negatif. Kamis (30/4) giliran Ketua DPRD Sidoarjo Usman dan para wakil rakyat menjalani rapid test untuk kali pertama. Hasilnya? Satu orang dinyatakan positif.

Usman menjelaskan, tes kemarin bertujuan memastikan apakah di antara anggota dewan dan seluruh staf sekretariat DPRD ada yang terpapar Covid-19. ”Kalau toh negatif semua, kami lebih nyaman bekerja di internal DPRD,” katanya.

Meski begitu, dia meminta anggota dewan tetap waspada dan patuh prosedur pencegahan Covid-19. ”Karena DPRD termasuk instansi yang dapat pengecualian dalam Perbup PSBB untuk dapat melakukan fungsinya,” katanya.

Usman menjelaskan, rapid test kemarin dilakukan bukan semata karena ada ASN pemkab yang terdeteksi positif Covid-19. ”Kami sudah lama mengajukan. DPRD 50 orang. Staf seluruhnya 60 orang beserta non-ASN,” terang dia.

Hasil tes cepat kemarin menunjukkan bahwa salah seorang anggota dewan terindikasi positif terpapar virus. Yang lain negatif. ”Anggota DPRD satu orang rapid positif,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.

Namun, Syaf tidak menyebutkan siapa anggota dewan yang positif. Selain itu, hasil positif rapid test masih perlu diuji lagi. Anggota dewan yang bersangkutan harus menjalani tes swab. Tujuannya, memastikan apakah benar-benar positif mengidap Covid-19 atau tidak.

Sebab, bisa jadi, hasil rapid test seseorang positif, tapi hasil swab-nya negatif. Hal itu pernah dialami salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Delta. ”Yang menjadi patokan tetap hasil swab,” ucap Syaf.

Sementara itu, hingga kemarin jumlah pasien yang dinyatakan positif terus bertambah. Totalnya sudah 102 orang. Ada yang menjalani perawatan di rumah sakit. Ada pula yang berada di rumah.

”Sebagian pasien dirawat di luar Sidoarjo,” kata Syaf. Ruang isolasi makin penuh. Karena itu, dinkes mengusulkan dua rumah sakit rujukan lagi. Tujuannya, menambah ruang isolasi.

Di sisi lain, ketika ditanya soal dana penanganan Covid-19, Usman menyatakan belum ada laporan rencana penambahan anggaran. Namun, menurut dia, bantuan untuk warga miskin perlu ditambah. ”Kalau nantinya ditambah, BLT yang penting,” ucap dia.

Selain 135 ribu paket sembako sudah diberikan, Usman lebih mendorong bantuan diberikan secara tunai. Dengan begitu, masyarakat bisa menyesuaikan sendiri dengan kebutuhannya. ”Lebih mudah, tepat sasaran, dan tidak ribet dengan pengadaan,” katanya.

Kejaksaan Ingatkan Penggunaan Anggaran

Di sisi lain, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo terus mengawasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 agar tidak terjadi penyelewengan. Korp Adhyaksa itu mengingatkan bahwa para pihak yang berniat memperkaya diri saat pandemi bisa masuk bui. Saat ini pemerintah telah menganggarkan dana Rp 134 miliar.

Ada beberapa pos anggaran di instansi atau pos tertentu yang ditangguhkan dulu untuk penanganan Covid-19. Termasuk dana desa. Penggunaannya harus benar-benar sesuai peruntukan. Guna menghindari penyelewengan, Kejari Sidoarjo siap mengawalnya. ’’Jajaran forkopimda, yaitu Dandim dan Kapolres, juga berkomitmen mengawal anggaran ini,’’ kata Kepala Kejari Sidoarjo Setiawan Budi Cahyono.

Kejaksaan telah menegaskan, siapa saja yang korupsi saat terjadi pandemi bisa dijatuhi pidana mati. ’’Ancaman hukum maksimal pidana mati,’’ ucapnya.

Hal tersebut tertuang dalam pasal 2 ayat 2 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Pidana Korupsi. Saat ini persebaran virus korona jenis baru melanda hampir semua wilayah Indonesia. Setiawan meminta masyarakat tidak segan melaporkan ketidakberesan penyaluran bantuan. ’’Infokan kalau ada penyaluran yang kurang pas. Kami siap menindaklanjutinya,’’ tuturnya. Termasuk indikasi pemotongan kalau ada.

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menambahkan, anggaran penanganan Covid-19 cukup besar. Pemkab Sidoarjo senantiasa berkoordinasi dengan polresta dan kejaksaan. Keduanya masuk struktur Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo. Termasuk tetap memperhatikan arahan dari forkopimda. ’’Sehingga apa yang kami lakukan bisa tuntas. Selesai penanganan Covid-19 ini tidak ada masalah,’’ ungkapnya.

Penanganan Kasus Covid-19 di Kota Delta per 30 April 2020

Konfirmasi positif : 102

  • Dirawat RS : 73
  • Meninggal : 12
  • Di rumah : 9
  • Sembuh : 8

PDP : 202

  • Dirawat di RS : 102
  • Isolasi mandiri : 22
  • Sehat/sembuh/pulang : 23
  • Lepas pantau : 38
  • Meninggal : 17

ODP : 708

  • Dirawat : 30
  • Isolasi mandiri : 132
  • Selesai masa pantau : 544
  • Meninggal : 2

Sumber: Dinkes Sidoarjo

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : may/uzi/c11/c20/roz

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads