alexametrics

Pasar PPI Ditutup Lagi karena Mengikuti Durasi PSBB Surabaya

1 Mei 2020, 17:04:36 WIB

JawaPos.com – Seharusnya Kamis (30/4) adalah hari pertama Pasar PPI kembali beroperasi setelah ditutup selama dua pekan. Namun, kenyataannya, pasar di Jalan Jepara, Krembangan, itu ditutup lagi hingga 11 Mei sesuai dengan durasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya.

Tentu saja seluruh pedagang merasa kecewa dengan keputusan tersebut. Ketua Paguyuban Pasar PPI Heri Suprijanto tidak menyangka Pemkot Surabaya bisa ingkar janji. Padahal, sebelumnya pemkot melalui Kecamatan Krembangan memberikan angin segar terhadap para pedagang.

Kecamatan menyebut Pasar PPI segera dibuka lagi asalkan seluruh pedagang menaati protokol kesehatan penanggulangan Covid-19. Yakni, memakai masker, menerapkan physical distancing, tidak mendirikan lapak permanen, dan pemberlakuan pembatasan jam operasional.

Itulah pernyataan camat saat rapat koordinasi bersama muspika. Mulai perwakilan dari seluruh kelurahan se-Kecamatan Krembangan, Polsek Bubutan dan Krembangan, LPMK, pihak pasar, hingga tokoh masyarakat. Bahkan, pada Rabu (29/4), pihak Kecamatan Krembangan memintanya menata pedagang agar tidak semrawut.

Karena sudah merasa yakin, pihak RW memasang spanduk bertulisan ’’Pedagang Bisa Berjualan Kembali.’’ Namun, kenyataannya tidak sesuai dengan kesepakatan awal. ’’Parahnya lagi, sampai saat ini, surat edaran terkait dengan perpanjangan penutupan pasar belum diterima seluruh pedagang,’’ ungkap Heri.

Dia menjelaskan, rapat internal seluruh pedagang kembali diadakan. Hasilnya, pihaknya bakal mengajukan permohonan kepada Pemkot Surabaya melalui Kecamatan Krembangan untuk bisa memberikan solusi yang tepat kepada seluruh pedagang.

’’Pedagang di sini tidak terlalu mengharapkan bantuan. Sebab, percuma bantuan pun nggak kunjung datang. Yang kami inginkan hanya bisa kembali berdagang meski ada pembatasan waktu operasional,’’ ujarnya.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surabaya Pieter Frans Rumanseb menegaskan, meski kasus Covid-19 di Pasar PPI tidak bertambah, penutupan harus tetap dilakukan. Sebab, pihaknya khawatir dibukanya Pasar PPI bisa membuat jumlah kasus Covid-19 di lokasi kembali meningkat. Apalagi, melihat situasi pasar kemarin, masih banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan untuk memberantas Covid-19. Misalnya, tidak memakai masker dan tidak menerapkan physical distancing. Akibatnya, kesemrawutan terjadi.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ian/c14/any

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads