alexametrics

Imbas PSBB, Arus Lalin Tol Surabaya−Gresik Turun

Petugas Halau Puluhan Pemudik
1 Mei 2020, 17:17:15 WIB

JawaPos.com – Penjagaan akses keluar-masuk Kota Surabaya diperketat. Tidak saja berkaitan dengan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pemeriksaan juga dilakukan seiring larangan mudik dari pemerintah pusat.

Pengecekan kendaraan dilakukan petugas gabungan di checkpoint berbagai akses masuk kota. Di wilayah selatan, yang paling sibuk berada di Bundaran Waru, begitu pula di middle east ring road (MERR) Gunung Anyar di sisi timur. Pengecekan juga dilakukan di exit toll Surabaya−Gresik, Jalan Dupak Rukun.

Petugas di pos perbatasan Surabaya Timur menemukan banyak pemudik yang berusaha masuk atau melintas di Surabaya. Misalnya, di pos perbatasan SIER, Rungkut Menanggal, dan MERR. Polisi berhasil mencegat belasan kendaraan yang hendak menuju Madura.

Mereka menggunakan minibus. Karena kendaraan yang dibawa memiliki pelat luar kota, praktis perjalanan mereka dihentikan petugas. Masing-masing menggunakan pelat nomor B dan D.

Setelah menjalani pemeriksaan, terungkap mereka hendak menuju Sumenep. Mereka mudik dengan alasan di tempat mereka berkerja sudah tidak ada aktivitas lagi. Mereka terdiri atas keluarga dan perorangan.

Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Kristiyan Beorbel Martino mengatakan, dari hasil pencegatan itu, total ada 17 orang yang dihentikan. Kemudian, mereka diminta kembali. ”Kami minta mereka untuk membuat surat pernyataan,” jelasnya.

Hal yang sama ditemukan di pos penjagaan Rungkut Menanggal. Petugas berhasil mencegat pemudik dari Bali. Pemudik yang merupakan keluarga itu memiliki tujuan yang sama, yakni ke Madura. Petugas pun meminta mereka putar balik setelah mencatat identitas dan memberikan pernyataan.

Tidak hanya itu, kendaraan para pemudik tersebut melebihi batas ketentuan. Bahkan dalam satu mobil yang hanya menampung enam orang, ada yang dijejal hingga delapan orang. Lalu, ada bus mini yang kapasitasnya hingga 15 orang terisi penuh. Parahnya, dalam satu kendaraan ada yang tidak mengenakan masker.

Camat Gunung Anyar Anna Fajriatin mengatakan, jumlah kendaraan yang masuk ke Surabaya memang sudah mengalami penurunan. Namun, temuan soal pemudik masih ada. ”Jumlah kendaraan turun separo dari penerapan PSBB pertama. Untuk yang mudik, pasti kami langsung minta mereka putar balik,” katanya.

Di exit toll Dupak, kesibukan juga sangat terasa. Itu tidak terlepas dari fungsinya sebagai pintu masuk kota setelah kendaraan melintasi jalur pantai utara Jawa. Kemarin (30/4) petugas memberhentikan belasan jenis kendaraan dengan pelat nomor non Surabaya. Beberapa pengemudi diperiksa di pos pemeriksaan.

Kepala Bidang Operasi Binmas Polres Perak Iptu Farri Luki menjelaskan, pemeriksaan dilakukan ke seluruh isi kendaraan. Di antaranya, pemeriksaan terhadap barang muatan dan kondisi di dalam kendaaraan. Selanjutnya, para pengemudi dan penumpang harus melalui sejumlah pemeriksaan di pos checkpoint gabungan.

”Kalau KTP-nya bukan Surabaya atau Sidoarjo, kami cek kelengkapan kesehatan dan kami beri imbauan,” katanya. Dia mengungkapkan juga sempat menghentikan beberapa kendaraan yang kondisi muatannya tertutup. Menurut dia, tindakan itu dilakukan agar kejadian seperti di checkpoint Waru, Surabaya, tidak terulang.

”Kami cek juga. Mayoritas isinya bahan pokok dan untuk kebutuhan sekunder,” ungkapnya. Farri menambahkan, penindakan terhadap kendaraan bukan Surabaya dan Sidoarjo secara langsung akan dilakukan hari ini (1/5).

Rahman Hakim, salah seorang pengemudi pikap yang membawa muatan bahan makanan, mengatakan bahwa selama perjalanan menuju Madura, pihaknya telah dibekali surat keterangan sehat dan beberapa berkas lainnya. Itu jadi bekal saat pengecekan. ”Sudah lengkap ini, surat-surat ada semua,” ungkap pria yang memakai masker dan sarung tangan itu.

Pemeriksaan di jalan tol Surabaya−Gresik diperketat karena berbagai pertimbangan. Tidak saja vitalnya akses tersebut. Namun, juga tingginya pengguna jalan tol.

Selama ini, tidak saja truk-truk besar yang melintasi jalan tol. Namun, juga mobil pribadi yang mengarah ke pantura. Jalan tol Surabaya−Gresik sering dipadati kendaraan saat mudik.

Kepala Bagian Umum PT Margabumi Matraraya Andjar Hari Sutoto menjelaskan bahwa tidak ada pembatasan kendaraan yang masuk ke jalan tol. Termasuk mobil pribadi. ”Pintu gerbang masih dibuka untuk seluruh kendaraan. Semuanya berfungsi,” kata Andjar.

Meski begitu, dia menjelaskan bahwa ada imbas terkait adanya larangan mudik dan PSBB. Arus lalu lintas di jalan tol cenderung turun. Terutama jumlah kendaraan pribadi.

Menurut Andjar, jumlah pengguna jalan tol Surabaya−Gresik pada hari biasa mencapai 80 ribu kendaraan per hari. Pasca PSBB dan larangan mudik, volume kendaraan turun. Penurunannya mencapai 20 persen.

Andjar menjelaskan, memang ada pengecekan kendaraan di pintu keluar. Namun, itu sama sekali tidak berdampak ke jalan tol. Arus lalu lintas di gerbang tol masih normal. ”Tidak ada kemacetan. Arus lalu lintas masih bisa dikendalikan,” ungkapnya.

Volume Kendaraan di Bundaran Waru Turun 42 Persen

Beberapa pos perbatasan tampak lengang pada hari ketiga pemberlakuan PSBB. Volume kendaraan juga terus menurun. Misalnya, di bundaran Waru. Jika dibandingkan hari pertama, penurunan kendaraan mencapai 42 persen. Meski begitu, pelanggaran masih banyak ditemukan petugas.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya Kompol Teddy Candra mengatakan, hari ketiga pemberlakuan PSSB kemarin, kondisinya ramai lancar. Kendaraan masih didominasi motor. Alhasil, beberapa kali kerap terjadi kemacetan meski tidak berlangsung lama.

Menurut Teddy, jika dibandingkan hari pertama, jumlah kendaraan yang melintas terus menurun. Meski begitu, pelanggaran tetap ditemukan petugas. Hanya, persentasenya menurun drastis. Pelanggaran yang masih ditemukan, antara lain, pengendara tidak mengenakan masker. ”Kadang mereka itu bawa, cuma tidak dipakai,” terangnya kemarin.

Di samping itu, pengendara yang pelatnya selain L dan W tidak bisa menunjukkan surat keterangan atau kepentingannya untuk masuk ke Surabaya. Karena itu, mereka diharuskan untuk putar balik. Menurut dia, sebagian hanya ingin main ke Surabaya tanpa ada kepentingan yang jelas. Karena itu, mereka terpaksa dihalau oleh petugas.

Turunnya jumlah pelanggaran dan volume kendaraan disebabkan beberapa faktor. Selain gencarnya sosialisasi, masyarakat sudah sadar terkait aturan PSBB. Kadishub Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan, jika dibandingkan hari pertama, kemarin penurunan kendaraan di bundaran Waru mencapai 42 persen.

Pantauan Jawa Pos di lapangan, para pengendara tidak hanya diperiksa identitas. Mereka juga menjalani pengecekan suhu tubuh. Bahkan, salah seorang pengendara Chintya Novita Rahma harus dihentikan petugas kesehatan karena suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celsius. Sebagai antisipasi, tim kesehatan memberikan rujukan ke puskesmas terdekat.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gal/hen/zam/omy/c6/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads