alexametrics

Kasus DO Dokter karena Aborsi Disidangkan di PTUN Surabaya

Kaprodi: Termasuk Pelanggaran Berat di FK
1 April 2022, 13:48:31 WIB

JawaPos.com – Sidang gugatan kasus pemberhentian dokter Luqman Alwi sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) berlanjut ke pembuktian. Pihak kampus menyatakan bahwa drop out (DO) itu dilakukan karena penggugat melakukan aborsi yang termasuk pelanggaran berat.

Kepala Program Studi Bedah Toraks Kardiovaskular Fakultas Kedokteran Unair Yan Efrata Sembiring saat bersaksi menyatakan, Luqman telah berbuat asusila dan dugaan kriminal yang tidak bisa ditoleransi setelah menghamili adik kelasnya berinisial dokter SY.

”Pelanggaran etik dan moral seperti ini yang paling berat di fakultas kami. Beberapa kasus asusila dan kriminal seperti ini memang sanksinya langsung dikeluarkan,” ujar Yan dalam sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya kemarin (31/3).

Pemberhentian Luqman sebagai mahasiswa FK Unair itu terjadi setelah SY melapor kepadanya selaku kepala program studi. SY mengaku telah dihamili Luqman dan dipaksa untuk aborsi. Pihaknya lantas mengadakan rapat untuk mengklarifikasi keduanya.

”Kesimpulannya, keduanya mengakui dan membenarkan adanya pelanggaran etik dan moral pendidikan yang menyebabkan pelapor hamil dan menggugurkan. Mereka melanggar peraturan pendidikan rektor dan universitas,” ungkapnya.

SY mengadu saat berlangsung ujian nasional yang menentukan kelulusan pada Agustus tahun lalu. Akibatnya, Luqman yang sebenarnya sudah lulus ujian gagal diwisuda setelah rektor melalui surat keputusannya memberhentikan Luqman sebagai mahasiswa. Sementara itu, SY mengundurkan diri sebelum disanksi.

Sekretaris Dewan Etik FK Unair Usman Hadi berpendapat sama. Pihaknya menggelar sidang etik setelah mendapatkan laporan dari program studi. ”Saat kami klarifikasi, keduanya mengakui adanya pelanggaran etik. Yang punya ide aborsi pertama kali itu dokter Luqman,” ungkap Usman.

Setelah itu, rektor mengeluarkan surat keputusan pemberhentian Luqman sebagai mahasiswa. Luqman yang keberatan menggugat rektor Unair ke PTUN Surabaya. Arief Wiranata, pengacara Luqman, menyatakan bahwa dalam gugatan itu, kliennya meminta SK rektor tersebut dibatalkan.

Sebab, SK dibuat tanpa menyebut pelanggaran apa yang dilakukan kliennya. Dia juga meminta hak-hak Luqman diberikan seperti diwisuda karena sudah menyelesaikan studinya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c6/eko

Saksikan video menarik berikut ini: