alexametrics

Shofiyah Lahir di Tahun Kabisat

1 Maret 2020, 20:05:08 WIB

JawaPos.com – Sri Utami Ningsih merasa sangat bahagia bisa melahirkan putri ketiganya dengan selamat. Perempuan berusia 31 tahun itu tidak menyangka sang anak lahir tepat di tahun kabisat. Yaitu, 29 Februari kemarin.

Sebenarnya, berdasar hasil pemeriksaan dokter, persalinan akan berlangsung pada Minggu (8/3). Pada Selasa (3/3), ditemani sang suami Sugianto, dia berencana kembali datang ke Rumah Sakit PHC untuk memeriksakan kandungannya.

”Sejatinya sudah daftar nomor antrean juga. Biar bisa periksa pada pagi hari,” kata perempuan yang akrab disapa Sri di Ruang Pyrus RS PHC kemarin (29/2).

Namun, Tuhan ternyata berkehendak lain. Jumat malam (28/2) dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Celana yang basah membuat Sri harus terbangun. Awalnya, Sri mengira celananya basah karena telah pipis di celana. Kondisi itu membuatnya heran. Sebab, tidak biasanya Sri mengompol seperti anak kecil. Sri mengaku ketika itu perutnya tidak terasa mules layaknya orang yang ingin melahirkan. Saat mengecek ke kamar mandi, dia baru sadar bahwa air ketubannya pecah. Merasa bingung, dia terpaksa membangunkan sang suami. ”Lalu, saya ceritakan ke suami,” ucap dia.

Tidak mau mengambil risiko, pasangan suami-istri (pasutri) itu memutuskan pergi ke RS PHC. Malam itu hujan deras mengguyur rumahnya di kawasan Jalan Bulak Banteng Lor, Kenjeran.

Keduanya tiba di rumah sakit sekitar pukul 22.00. Tim medis mengatakan dia telah segera menjalani persalinan.

Karena suami sedang sibuk mengurus administrasi, Sri pun masuk ke ruang operasi seorang diri. Tanpa ada sang suami di sampingnya. Kemudian, sang dokter sempat mengatakan Sri harus menjalani persalinan dengan cara operasi Caesar. ”Kok, tiba-tiba harus Caesar. Padahal, hasil pemeriksaan selama ini baik-baik saja,” katanya.

Mukjizat pun datang. Dokter mengatakan dia bisa menjalani persalinan secara normal.

”Setelah berusaha hampir 4 jam, pukul 01.55, anak itu pun lahir. Dalam kondisi sehat, dengan berat 33,15 gram, dan panjang 50 sentimeter. Dan putri ketiganya itu dinamai Shofiyah,” ujarnya.

Kebahagiaan pun sangat dirasakannya. Apalagi, Shofiyah tidak seperti layaknya anak yang lain. Shofiyah lahir pada 29 Februari atau tahun kabisat. Artinya, ulang tahunnya hanya dilakukan setiap empat tahun.

Humas RS PHC Surabaya Irvan Prayogo mengatakan, pada 29 Februari kemarin hadiah diberikan kepada seluruh pasien yang menjalani persalinan. Yaitu, berupa boneka dan satu set perlengkapan bayi. Sebab, tahun kabisat tidak terjadi setiap tahun. Hanya empat tahun sekali. ”Sehingga tahun kabisat merupakan momen spesial bagi kami,” kata Irvan.

Kelahiran anak pada momen kabisat juga terjadi di beberapa rumah sakit di Surabaya Barat. Di antaranya, dua bayi lahir melalui proses kelahiran normal dan operasi sectio di RS Bhakti Dharma Husada. Seorang bayi laki-laki juga dilahirkan secara normal di National Hospital.

Kepala Divisi Marketing RSIA Lombok Dua Dua Lontar Rinto Adi Surya mengatakan, seorang bayi lahir juga melalui operasi sectio. Pihaknya menyebutkan, tak ada persiapan khusus untuk menghadapi tanggal kabisat.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ian/dya/c10/git



Close Ads