alexametrics

Mujiaman Diusulkan Jadi Wakil Machfud Arifin

1 Maret 2020, 20:48:49 WIB

JawaPos.com – Nama Mujiaman Sukirno kembali muncul di bursa pemilihan wali kota (pilwali). Setelah konstelasi politik berubah, direktur utama PDAM Surya Sembada itu tidak lagi berada di bursa calon wali kota. Namanya diusulkan sebagai calon wakil wali kota untuk mendampingi Machfud Arifin.

Hal itu diungkapkan Ketua DPC PKB Surabaya Musyafak Rouf kemarin (29/2). Musyafak belum sempat menilai secara langsung kinerja Mujiaman saat dirinya menjabat anggota DPRD dulu. ’’Pak Mujiaman masuk (jadi Dirut PDAM, Red) setelah saya tidak jadi dewan,’’ katanya.

Namun, beberapa anggota Fraksi PKB di DPRD Surabaya memberikan penilaian. Menurut Musyafak, banyak penilaian positif dari para anggota legislatif terhadap kinerja pemimpin perusahaan pelat merah tersebut. Salah satunya terkait dengan layanan distribusi air ke pelanggan yang dianggap cukup baik.

Selain itu, Mujiaman dianggap berhasil memimpin perusahaan. Sebab, sejauh ini, PDAM tidak pernah terlambat menyetor dividen kepada pemerintah kota. ’’Itu sudah jadi tolok ukur keberhasilan tersendiri,’’ jelasnya.

Namun, hal itu tentu akan dibahas bersama lima partai koalisi pengusung Machfud Arifin. Sebab, semua nama yang masuk daftar calon wakil wali kota harus ditimbang dan dikalkulasi. Baik dari segi popularitas maupun elektabilitas.

Menurut Musyafak, usul tersebut akan dirapatkan bersama partai yang lain. Dia memastikan tidak ada ego yang ditonjolkan dalam koalisi pengusung Machfud. Sebab, tujuan partai koalisi sama, yakni memenangi kontestasi pilwali dan memiliki wali kota sendiri.

Seperti diketahui, sudah ada beberapa partai yang mengusulkan nama untuk mendampingi Machfud maju sebagai calon wali kota. Gerindra, misalnya, mengusulkan nama Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans dan dokter Gamal Albinsaid untuk menjadi wakil pensiunan jenderal bintang dua tersebut.

Sementara itu, Nasdem yang sebelumnya mengusulkan nama Vinsensius Awey memilih untuk menyerahkan posisi wakil kepada Machfud. Meski demikian, partai besutan Surya Paloh itu memastikan tetap all-out siapa pun tokoh yang bakal mendampingi Machfud.

Machfud menginginkan wakil yang bisa mendulang perolehan suara ketika pemilihan nanti. Mantan Kapolda Jatim itu tidak ingin pasangannya justru menjadi beban. ’’Harus bisa membantu saya untuk menang, bukan justru nyerimpeti,’’ jelasnya.

Jika memang diberi amanah untuk memimpin Kota Surabaya, Machfud berharap wakilnya bisa diajak bekerja bersama-sama. Bukan justru menjadi wakil yang pasif. ’’Karena kinerja wali kota tidak akan optimal tanpa dibantu wakilnya,’’ kata mantan ketua tim kampanye daerah (TKD) pasangan Jokowi-Ma’ruf itu.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/c19/ano



Close Ads