alexametrics

Soal Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Parpol Serahkan ke Machfud Arifin

Tim Pemenangan Panaskan Mesin
1 Februari 2020, 18:18:43 WIB

JawaPos.com – Memegang tiket menjadi salah satu cawali membuat Machfud kebanjiran tawaran soal wawali. Dalam kunjungan ke redaksi Jawa Pos kemarin, dengan nada bergurau, Machfud menyebut banyak nama yang merapat. Parpol-parpol menyerahkan keputusan kepadanya.

’’Kalau sekarang, banyak yang mepet,’’ kata Machfud, lantas tertawa. Soal wawali memang menjadi salah satu isu panas dalam pilwali Surabaya. Menjadi satu dari paling banyak tiga calon pasangan yang bakal berlaga di Pilwali Surabaya nanti, tentu bacawawali menjadi incaran banyak politisi.

Hanya, Machfud lantas menambahkan jika dirinya sudah berkomunikasi dengan parpol. Dan parpol-parpol menyerahkan soal siapa yang menjadi pendampingnya dalam kontestasi kelak. ’’Saya sudah bilang ke parpol-parpol. Siapa pun boleh, asalkan tidak menjadi beban, dan juga jika jadi, tidak nyrimpeti. Sudah itu saja kategori saya,’’ ucapnya.

Di tempat yang sama, M. Machmud, politisi Demokrat membenarkan pernyataan Machfud. ’’Jika pak Machfud memilih wakil dari partai lain pun, kami juga tidak akan protes. Karena tujuan kami bersama adalah memenangkan sosok Machfud Arifin,’’ katanya.

Terpisah, lima partai pengusung mulai memanaskan mesin politiknya. Pengurus mulai menyosialisasikan MA ke seluruh kader hingga tingkat ranting (kelurahan).

Miratul Mukminin, ketua tim pemenangan koalisi MA, memastikan seluruh partai sudah bergerak bersama-sama. Sosialisasi dilakukan secara bertahap. ”Untuk saat ini ke kader dan pengurus dulu sampai ke tingkat paling bawah,” ujarnya kemarin (31/1).

Pria yang akrab disapa Gus Amik itu mengatakan, sosialisasi merupakan langkah awal yang perlu dilakukan. Tujuannya, mengenalkan calon wali kota kepada para pendukung dan pengusung. Tidak hanya secara personal. Program-program yang menjadi visi-misi MA juga dikenalkan.

Mantan wakil bupati Magetan tersebut menuturkan, semua partai memiliki komitmen yang sama. Tujuannya, MA harus menang dalam pemilihan wali kota (pilwali) tahun ini. ”Kami semua sudah sepakat bekerja bersama-sama, bekerja keras untuk membangun Surabaya lebih maju,” paparnya.

Di sisi lain, Ketua DPC Gerindra Bagio Fandi Sutadi menyatakan, partainya sudah siap untuk memenangkan MA. Saat ini partai melakukan konsolidasi internal secara bergilir ke seluruh PAC (pengurus anak cabang) di tingkat kecamatan hingga ranting di tingkat kelurahan.

Pria yang pernah maju sebagai calon wali kota 2010 itu mengungkapkan, konsolidasi internal yang dilakukan tidak hanya untuk menyosialisasikan sosok MA beserta programnya. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengatur strategi pemenangan mulai tingkat paling bawah.

Menurut Sutadi, sosok MA memiliki banyak keunggulan. Baik rekam jejak kepemimpinannya, program-program yang diusung, maupun visi-misi untuk membangun Surabaya ke depan. ”Itu yang akan kami sosialisasikan karena selama ini teman-teman pengurus dan kader baru tahu sosok MA, belum sampai program dan visi-misinya,” ungkapnya.

Meski demikian, mantan anggota DPRD Surabaya tersebut memastikan, partainya sudah solid satu suara mendukung MA. Para kader dan anggota sudah siap bertarung menghadapi siapa pun dalam pilwali mendatang. Termasuk, jika harus berhadapan dengan PDIP.

Mesin Pemenangan Machfud Arifin:

  • Jaringan relawan yang diketahuinya saat jadi Kapolda
  • Jaringan eks relawan TKD
  • Jaringan anggota legislatif
  • Jaringan struktural parpol
  • Jaringan tokoh-tokoh politik yang didekatinya

Problem-problemnya:

  • Penentuan bacawawali masih bingung. Diusung dari banyak parpol selalu mengandung problem
  • Membagi kerja kampanye dan jatah saksi bisa menjadi sumber konflik internal
  • Diolah dari berbagai sumber

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/c25/ano



Close Ads