JawaPos.com - Menjelang Ramadhan, pemakaman Tlogopojok, Kecamatan Gresik, dibanjiri masyarakat. Mereka datang untuk membersihkan makam hingga mengirim doa kepada keluarga yang sudah meninggal. Diprediksi peziarah itu masih berdatangan hingga hari ini (18/2).
Makam di Jalan Gubernur Suryo itu mulai ramai sejak Senin (16/2) lalu. Terlebih tradisi yang disebut padusan itu rutin dilakukan menjelang bulan puasa.
Usman, warga Kecamatan Manyar, datang bersama keluarganya untuk mengirim doa kepada leluhurnya yang dimakamkan di Tlogopojok. Dirinya mengaku setiap tahun tradisi itu dia lakukan. “Di sini makam mertua. Sebelum puasa kirim doa dulu,” ucapnya.
Pemakaman Tlogopojok itu tidak hanya didatangi oleh warga Gresik. Namun, orang dari luar daerah juga datang dengan maksud yang sama.
Sebelum berziarah, warga biasanya membeli bunga untuk nyekar, membersihkan area pemakaman dari rumput liar, hingga mengecat ulang nisan.
Momentum Padusan juga membawa berkah bagi warga sekitar yang berjualan berbagai kebutuhan peziarah. Beragam dagangan seperti bunga, kuliner khas seperti nasi kuning perahu, endog Bader, sego Romoo, buah Kinco alias Kawista, hingga perahu tek-tek banyak dijajakan di sekitar area pemakaman. (son)