← Beranda

Tak Ada Jadwal Kapal, Jenazah Dievakuasi Naik Perahu Nelayan

Ludry Argo Wisnu PrayogaRabu, 19 November 2025 | 06.45 WIB
Mendung duka menyelimuti keluarga almarhum Sahnih. Warga Desa Sidogedungbatu Kecamatan Sangkapura itu mengembuskan nafas terakhir di RSUD Ibnu Sina pada Minggu lalu (16/11).

JawaPos.com -  Mendung duka menyelimuti keluarga almarhum Sahnih. Warga Desa Sidogedungbatu Kecamatan Sangkapura itu mengembuskan nafas terakhir di RSUD Ibnu Sina pada Minggu lalu (16/11). Ketiadaan jadwal kapal angkutan membuat jenazah harus dipulangkan menggunakan perahu nelayan. 

Farisi selaku pihak keluarga almarhum menjelaskan bahwa korban sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Ibnu Sina pada Minggu (16/11) silam. Namun, takdir berkata lain hingga membuat pria 49 tahun itu mengembuskan nafas terakhir sekitar pukul 20.00 WIB.

"Kami berencana untuk segera dimakamkan, namun tidak ada jadwal pemberangkatan kapal," keluhnya.

Sebab, jadwal keberangkatan kapal terdekat pada Selasa. Kondisi tersebut akhirnya membuat pihak keluarga berinisiatif memberangkatkan jenazah menggunakan perahu nelayan.

"Dijemput di wilayah perairan Bangkalan Madura. Karena lebih dekat dan minim gelombang laut," bebernya.

Perjalanan panjang almarhum pun berakhir pada Senin (17/11) sekitar pukul 14.30 WIB. Sesampainya di kampung halaman, jenazah langsung dimakamkan.

“Dulu ada penambahan kapal itu katanya permintaan masyarakat. Tapi sepertinya hanya bisnis saja dan tidak maksimal,” ungkapnya 

Sementara itu, Kepala Desa Sidogedungbatu Supar membenarkan bahwa Senin tersebut tidak ada kapal yang beroperasi menuju Bawean. Sebenarnya pada hari meninggalnya almarhum, ada kapal KMP Gili Iyang dengan rute Paciran–Bawean.

"Karena itu, keluarga almarhum memutuskan menggunakan perahu kecil milik mereka untuk menjemput jenazah ke Madura," pungkasnya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra