JawaPos.com-Seorang remaja perempuan, Reina Adilla Hafisa (16), dilaporkan hilang setelah diduga terpeleset dan jatuh ke sungai di belakang rumahnya di Jl. Medokan Semampir Indah No. 5, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Jumat (21/2). Hingga sore hari, tim pencarian belum berhasil menemukan korban.
Baca Juga: 7 Weton Paling Beruntung di Bulan Maret 2025, Tiba-Tiba Ketiban Durian Runtuh Menurut Primbon Jawa
Kejadian bermula ketika korban mencuci pakaian dalam di kamar mandi, lalu menjemurnya di area belakang rumah yang berbatasan langsung dengan sungai tanpa pagar pengaman. Keluarga mulai merasa khawatir karena korban tidak terlihat hingga siang hari. Saat dilakukan pencarian di sekitar rumah, hanya sandal kirinya yang ditemukan di dekat jemuran. Diduga, korban terpeleset dan jatuh ke sungai.
"Melihat kondisi tempat jemuran yang sangat dekat dengan sungai dan tidak adanya pagar pembatas, ada kemungkinan korban terpeleset," ujar Komandan Tim Operasi SAR, Andi Pamuji kepada JawaPos.com.
Sementara itu, nenek korban yang berada di dapur sempat mendengar suara keras seperti benda jatuh. Saat mengecek ke belakang rumah, korban sudah tidak ada. Ibu korban, yang saat itu berada di ruang tamu, bersama anggota keluarga lainnya segera melakukan pencarian di sekitar sungai, tetapi tidak menemukan keberadaan korban. Akhirnya, keluarga melaporkan kejadian ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya dan Command Center 112.
Tim penyelamat menerima laporan pada pukul 14.02 WIB dan tiba di lokasi lima menit kemudian. Pencarian dimulai pukul 15.00 WIB dengan metode penyelaman dan manuver perahu di sekitar lokasi kejadian. Sebanyak empat penyelam dikerahkan, sementara dua perahu karet digunakan—satu untuk manuver sore hari dan satu lagi untuk dropping penyelam. Sayangnya, hingga pencarian dihentikan pukul 17.30 WIB, korban belum ditemukan.
"Kami telah melakukan penyelaman di beberapa titik yang diperkirakan sebagai lokasi jatuhnya korban. Namun, hingga sore ini hasilnya masih nihil. Pencarian akan dilanjutkan besok dengan menambah jumlah personel dan peralatan," tambah Andi Pamuji.
Upaya pencarian akan kembali dilakukan besok (22/2) mulai pukul 07.00 WIB dengan dukungan empat perahu karet serta penyelaman tambahan. Sekitar 50 personel dari BPBD Kota Surabaya, Posko Terpadu Timur, dan relawan Projopati Medokan Semampir turut terlibat dalam pencarian korban hari ini.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban masih menunggu perkembangan pencarian dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. (*)