← Beranda

Tumpukan Sampah Ternyata Jadi Biang Kerok Banjir di Surabaya

Novia HerawatiRabu, 11 Desember 2024 | 18.55 WIB
Genangan air terjadi di beberapa titik setelah Kota Surabaya diguyur hujan deras, Selasa (10/11). (Humas Pemkot Surabaya)
 
JawaPos.com - Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang yang melanda Kota Surabaya, Selasa (10/12) kemarin. Akibatnya, beberapa wilayah di Kota Surabaya terendam banjir, hingga bozem di Simo Hilir X jebol.
 
Dari informasi yang didapat JawaPos.com, genangan air terjadi di Jalan Upa Jiwa, Jalan Diponegoro, Jalan HR Muhammad, Jalan Banyuurip, Jalan Putat Gede.
 
Genangan juga terjadi di Jalan Petemon, Jalan Mayjen Jonosewojo, Jalan Lidah Wetan, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Jawa, Jalan Nginden AWS, Jalan Imam Bonjol, hingga Jalan Tengger Kandangan.
 
Kepala DSDBM Kota Surabaya, Syamsul Hariadi mengatakan, banjir di beberapa titik Surabaya bukan karena hujan deras saja. Sebab pihaknya menemukan tumpukan sampah yang mengganggu kinerja pompa air.
 
"Semua rumah pompa sudah diaktifkan dan dimaksimalkan. Tetapi tidak bisa mengatasi banjir karena ternyata ada tumpukan sampah yang menggantung sekitar 50 sampai 60 centimeter," ujar Syamsul, Rabu (12/11).
 
Baca Juga: Sejumlah Wilayah Terendam Banjir dan Pohon Tumbang saat Hujan Deras Guyur Surabaya, Cuaca Ekstrem masih akan Berlangsung sampai Februari  
 
Sampah-sampah tersebut kemudian dibersihkan agar pompa air bisa bekerja maksimal. Setelah pihak Pemkot berjibaku membersihkan sampah di pompa air, genangan air perlahan surut setelah hujan reda.
 
"Setelah hujan reda kalau wilayah pusat kota, sekitar 15 sampai 30 menit, Insyaallah sudah habis genangan airnya. Catatannya hujan berhenti, kalau hujannya  datang terus masih imbang debit airnya," imbuhnya.
 
Meskipun hujan sudah reda, Syamsul menegaskan antisipasi penanganan banjir dan genangan akan terus dilakukan. Dengan begitu, banjir di Kota Surabaya, terlebih saat curah hujan tinggi bisa ditekan.
 
"Meskipun hujan sudah reda tapi penanganan tetap berjalan sesuai SOP. Airnya dihabiskan sampai elevasi 0 agar tidak menumpuk di saluran dan menimbulkan genangan baru atau banjir susulan," tukas Syamsul. (*)
EDITOR: Sabik Aji Taufan