← Beranda
Empat Desa di Tanggulangin Sidoarjo Ditetapkan Sebagai Wilayah Tanggap Darurat Bencana Banjir, Bupati Gus Muhdlor Siapkan BTT
Dimas Nur ApriantoSenin, 19 Februari 2024 | 23.59 WIB
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor tetapkan empat desa di Kecamatan Tanggulangin sebagai wilayah tanggap darurat bencana banjir.

JawaPos.com–Hujan deras yang terus mengguyur selama beberapa hari terakhir menyebabkan sebagian wilayah di Kabupaten Sidoarjo tergenang air. Empat desa di Kecamatan Tanggulangin menjadi langganan banjir musim hujan yakni Desa Kedungbanteng, Banjarpanji, Banjarasri, dan Desa Kalidawir.

Empat desa tersebut ditetapkan Pemkab Sidoarjo sebagai wilayah tanggap darurat bencana banjir. Genangan air di empat desa itu berada di puncaknya, Sabtu (17/2). Genangan air semakin meninggi.

Yang terparah di Desa Kedungbanteng. Air kurang lebih setinggi 30 sentimeter itu sudah memasuki rumah warga. Sebagian warga Desa Kedubanteng diungsikan. Di antaranya ke Balai Desa Kedungbanteng dan Balai RT 08.

Terdapat 25 warga yang mengungsi di Balai Desa Kedungbanteng. Sedangkan 38 warga lain mengungsi di balai RT 08.

Sabtu (17/2) malam, Bupati Ahmad Muhdlor memantau kondisi genangan air di empat desa tersebut. Dia menyebut genangan air yang selalu terjadi  di empat desa tersebut bukan hanya karena faktor cuaca. Namun juga karena faktor alam penurunan tanah di wilayah itu.

”Berbagai upaya meminimalisir genangan air sudah dilakukan. Mulai dari peninggian tanah sampai pembangunan rumah pompa air. Masalahnya itu subsidence (penurunan muka tanah), ini yang mengkhawatirkan,” ucap Ahmad Muhdlor.

Bupati yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu mengatakan, saat ini penanganan warga terdampak menjadi perhatian utama. Kebutuhan warga desa itu akan dipenuhi. Mulai kebutuhan air bersih sampai bantuan makanan.

Seluruh stakeholder terkait akan dikerahkan. Mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan serta Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, akan terjun bersama menangani bencana tersebut. Baznas Sidoarjo juga dipastikan hadir untuk meringankan beban warga.

”Kita akan gunakan anggaran BTT (belanja tidak terduga) untuk menangani bencana ini,” ucap Ahmad Muhdlor.

Gus Muhdlor mengatakan, penanganan genangan air di empat desa itu akan dilakukan dengan mengoptimalkan pompa air. Pompa-pompa air dijalankan dengan maksimal. Penambahan blower air untuk menyedot genangan air juga akan dilakukan.

Saat ini, menurut dia, volume genangan air lebih tinggi dari kejadian sebelum-sebelumnya. Pembangunan tanggul sungai juga akan menjadi pemikirannya. Hal itu diperlukan agar sungai dapat maksimal untuk menampung genangan air yang disedot dari rumah warga.

”Penangulan Sungai Avoer Kedungbanteng sepanjang 800 meter setiap sisi akan kita eksekusi tahun depan. Tahun ini akan ada penanggulan sepanjang 200 meter,” ujar Ahmad Muhdlor.

Sementara itu, bantuan kepada pengungsi berupa makanan siap saji, biskuit, terpal, bantal, matras, kasur lipat, sudah diserahkan sejak kemarin. Bantuan kepada warga Desa Kedungbanteng yang mengungsi di balai desa sebanyak 20 pcs bantal, 20 pcs selimut, serta 3 pcs terpal.

Sedangkan bantuan kepada pengungsi di balai RT 08 berupa bed 4 pcs, makanan siap saji 10 dus, selimut 20 pcs, serta matras 15 pcs, dan bantal 15 pcs. Tim Tanggap Darurat Bencana Banjir akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terutama dengan perangkat desa terdampak.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah