← Beranda

DSDABM Surabaya Jelaskan Faktor Penyebab Terjadinya Genangan di Beberapa Kawasan Beserta Penanganannya

Dayinta Kadya PalupiKamis, 8 Februari 2024 | 01.10 WIB
Permasalahan banjir di Terminal Purabaya, Humas meminta maaf./Radar Sidoarjo

JawaPos.com – Guyuran hujan dari beberapa hari ini di Surabaya menyebabkan beberapa kawasan mengalami genangan yang cukup mengganggu.

Genangan tersebut menyebabkan banyak kemacetan sampai ketidaknyamanan pengguna jalan yang akan melintas di kawasan tersebut.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menyebutkan ada beberapa alasan yang menyebabkan terjadi genangan di sebagian kawasan Surabaya.

Kepala DSDABM Kota Surabaya Syamsul Hariadi dalam laman Pemkot Surabaya menyebutkan Kawasan yang terdapat genangan akibat hujan deras yang terjadi pada Senin (5/2).

Beberapa Kawasan yang disebutkan Syamsul di antaranya Babat Jerawat-Benowo, Tanjung Sadari, Jalan Rajawali, Jalan Gresik, Krembangan, Manukan Lor, Dukuh Kupang, Margomulyo dan Tambak Osowilangun.

Menurutnya beberapa faktor terjadinya genangan antara lain karena sampah sampai belum tersedianya pembangunan saluran dan rumah pompa.

"Ada beberapa kendala berbeda di tiap lokasi genangan tersebut. Seperti kapasitas pompa dan saluran yang tidak bisa menampung hujan yang terjadi selama 6 jam dari pukul 17.30-24.00 WIB," kata Syamsul, Selasa (6/2).

Pihaknya juga menuturkan adanya faktor lain yang menyebabkan timbulnya genangan karena adanya hambatan berupa penyempitan saluran akibat pembuatan akses jalan untuk persil.

Baca Juga: Persibo Bojonegoro Juara Liga 3 Jatim 2023/2024 dengan Kemenangan Telak 2-0 atas Persedikab Kediri

"Sementara di kawasan Tambak Osowilangun yang merupakan kewenangan stakeholder, genangan terjadi karena belum ada saluran dan pompa yang memadai," ujarnya.

Kemudian sampah yang banyak menumpuk dan menghambat aliran air masuk ke rumah pompa juga menjadi faktor terjadinya genangan.

Selain itu juga ada faktor lainnya seperti kerusakan beberapa perangkat pompa dan pintu air akibat tingginya frekuensi pemakaian.

"Kemudian faktor lain adalah koneksitas antar saluran yang belum memadai, dan belum selesainya konversi dari saluran irigasi menjadi drainase," bebernya.

Kepala DSDABM mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah melakukan tindakan cepat dengan mendatangkan mobil pompa beserta tim Satgas Unit Reaksi Cepat (URC) agar cepat surut.

Kemudian untuk melakukan penanganan jangka panjang, Syamsul menjelaskan akan membuat daftar prioritas penyebab genangan.

"Perencanaan penanganan genangan dengan pembangunan sarana prasarana drainase ini sesuai kajian teknis dan ketersediaan anggaran," paparnya.

Syamsul juga menjelaskan bahwa di tahun ini, Pemkot Surabaya terlah memprioritaskan pembangunan saluran di beberapa kawasan di Surabaya.

Kepala DSDABM tersebut juga menuturkan bahwa akan memastikan pihaknya bersama Pemkot akan terus melakukan upaya untuk mencegah dan mengatasi genangan.

Beberapa upaya yang dilakukan yakni dengan memastikan kondisi saluran berfungsi dengan normal serta menormalisasi saluran dan sungai.

"Kami juga memastikan fungsi pompa bisa berjalan dengan baik. Kami menyiapkan mobil pompa yang berjumlah 2 unit untuk gerak cepat penanganan genangan,” ungkapnya.

“Kami membentuk Tim Satgas URC yang langsung menindaklanjuti segala hal dalam penanganan genangan dengan didukung alat berat dan perlengkapan lainnya," tambah Syamsul.

EDITOR: Bintang Pradewo