JawaPos.com – Total korban meninggal akibat adu banteng bus dan truk di kawasan jalan raya Desa Kemangi, Bungah, Gresik, Jawa Timur, menjadi lima orang. Kemarin (28/1) personel Ditlantas Polda Jatim pun turun langsung untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengaplikasikan kamera traffic accident analysis (TAA).
Langkah itu dilakukan untuk melengkapi tahap yang tengah dilakukan. Keterangan awal yang dikantongi polisi dari para saksi, saat kecelakaan terjadi pada Sabtu (27/1) malam, kondisi lalu lintas di lokasi yang berada di Kecamatan Bungah itu terbilang sepi.
”Hasil dari TAA akan menggambarkan simulasi kejadian yang sebenarnya,” ujar Kasubditgakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP I Wayan Purwa.
Simulasi yang dimaksud saat bus PO Bagas Putra melaju dari arah Lamongan menuju Gresik, kecepatan kendaraan, proses terjadinya benturan, dan detik-detik saat kendaraan bernopol AB 7072 KN itu hilang kendali. Kemudian menabrak truk tronton Mitsubishi bernopol L 9310 UU yang berjalan dari arah sebaliknya.
Purwa menyebutkan, kecelakaan bus yang membawa rombongan ziarah wali asal Pasuruan, Jawa Timur, itu menjadi atensi serius jajarannya. Bahkan masuk kategori kecelakaan menonjol lantaran melibatkan kendaraan bermuatan besar dan memakan korban jiwa.
Hingga kemarin, jajaran Satlantas Polres Gresik belum menetapkan tersangka atas kecelakaan maut yang diperkirakan memicu kerugian material sekitar Rp 30 juta itu. Sebab, Masrukin, sopir bus, belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Pria 55 tahun asal Sidoarjo itu masih menjalani perawatan intensif di RSI Mabarrot, Bungah, akibat luka pada bagian pelipis kepala.
”Mengalami benturan cukup keras, namun tidak sampai menyebabkan cedera serius. Setelah kondisinya benar-benar pulih, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kasatlantas Polres Gresik AKP Derie Fradesca.
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bus berpenumpang 60 orang itu mendadak oleng ke kanan saat melintas di lokasi kejadian. Diduga sopir bus mengantuk hingga hilang kendali. ”Kami juga akan melakukan pemeriksaan tes urine. Apakah ada penyalahgunaan obat-obatan terlarang oleh pengemudi,” bebernya.
Sementara itu, Mahmudi, salah seorang pemilik warung di sekitar TKP, menyebut bus melaju dengan kecepatan sedang. ”Namun, dari kejauhan tampak tidak stabil,” ujarnya.
Dari arah berlawanan melaju sebuah truk yang dikemudikan M. Ali. Truk yang disopiri pria 50 tahun asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu berjalan cukup kencang lantaran tidak membawa muatan. ”Bus tampak melebar melewati markah jalan. Saat benturan, sisi kanan bus mengalami kerusakan paling parah,” terang Mahmudi.
Kaca depan bus pecah total. ”Korban jiwa mayoritas duduk di kursi depan. Bahkan, ada beberapa korban luka akibat terimpit kursi,” ujarnya.
Hal tersebut dibenarkan Kanitgakkum Satlantas Polres Gresik Iptu Tita Puspita Agustina. ”Total korban jiwa ada 5 orang, sedangkan 10 korban luka masih menjalani perawatan.” (yog/c19/ttg)