JawaPos.com - Akibat dampak dari KA Pandalungan relasi Stasiun Jakarta Gambir - Surabaya - Jember anjlok di emplasemen Stasiun Tanggulangin, pada Minggu (14/1) siang Stasiun Gubeng dipadati oleh ratusan calon penumpang yang melakukan pembatalan tiket (refund).
Para penumpang sebelumnya tidak mengetahui terkait adanya penundaan keberangkatan KA menuju daerah yang terdampak anjloknya KA Pandalungan.
Hal itu seperti yang diungkapkan oleh salah satu penumpang KA bernama Fatih yang hendak pulang ke Banyuwangi dengan menggunakan KA Sritanjung.
Namun dirinya tidak mengetahui bahwa ada perubahan pola operasi KA akibat kecelakaan KA Pandalungan di Stasiun Tanggulangin.
"Ya tahunya diberitahu oleh petugas ketika saya tiba di Stasiun Gubeng kalau KA Sritanjung jurusan Banyuwangi gak beroperasi karena ada KA yang ambles (anjlok) di Tanggulangin," ungkap Fatih seperti dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group) pada Senin (15/1).
Selanjutnya Fatih diminta oleh petugas loket untuk melakukan pembatalan tiket (refund).
Akhirnya Fatih harus menunggu antrean panjang untuk mendapatkan kompensasi berupa pengambilan uang 100 persen dari pembatalan tiket tersebut.
"Ya uangnya dikembalikan 100 persen," ujarnya.
Bahkan Fatih mengaku jika dirinya tidak mengetahui bahwa PT KAI Daop 8 Surabaya memberikan fasilitas bus untuk penumpang yang akan melanjutkan KA di Stasiun Bangil.
"Ya kata petugas kalau mau naik KA ke Banyuwangi harus ke Stasiun Bangil, tapi gak ada bus yang mengangkut ke Bangil. Bingung juga sih gak tahu naik apa sekarang," tuturnya.
Pengalaman serupa juga dialami oleh Rinda, salah satu penumpang yang baru mengetahui informasi tersebut ketika hendak boarding tiket.
"Gak diberi tahu lewat WhatsApp juga, tahunya dari petugas pas sudah di sini. Bingung juga," ungkap Rinda.
Diketahui juga bahwa sempat ada penumpang yang mengamuk lantaran loket yang buka hanya satu dikarenakan ada petugas yang melayani antrean tersebut sedang istirahat.
Namun emosi dari penumpang tersebut untungnya bisa segera diredam oleh petugas keamanan setempat.
Berkaitan dengan hal itu, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan service recovery akibat kecelakaan tersebut.
Diantaranya seperti pemberian minuman dan makanan ringan, pembatalan tiket 100 persen di luar bea pesan hingga H+7, dan pengalihan perjalanan pelanggan menggunakan moda transportasi bus atau KA lain.
"Para calon pelanggan yang mengalami dampak gangguan operasional telah diberitahukan adanya perubahan pola operasi tersebut melalui whatsapp blast," ucapnya.
Selain itu, PT KAI juga sudah menyediakan bus dari Stasiun Bangil dan Stasiun Sidoarjo untuk mengantarkan para penumpang yang terdampak menuju stasiun pemberhentian selanjutnya.
Seperti bus dari Stasiun Bangil yang akan menuju Stasiun Surabaya dan Mojokerto. Sedangkan angkutan bus dari Stasiun Sidoarjo akan menuju Stasiun Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Klakah, dan Jember.
"Ya kami sediakan bus, sejak pagi sudah jalan beberapa bus untuk mengangkut penumpang yang hendak mengantarkan penumpang. Mungkin jumlahnya terbatas jadi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," ucap Luqman.
Dia juga menambahkan bahwa hingga pukul 17.00 WIB, tercatat ada sebanyak 933 penumpang yang sudah membatalkan tiket dengan rincian sebagai berikut:
• Stasiun Bangil 28 pelanggan
• Stasiun Malang 126 pelanggan
• Stasiun Mojokerto 76 pelanggan
• Stasiun Surabaya Pasar Turi 34 pelanggan
• Stasiun Sidoarjo 154 pelanggan
• Stasiun Surabaya Gubeng 394 pelanggan
• Stasiun Wonokromo 121 pelanggan.