← Beranda

Menteri Perhubungan Jelaskan Bandara Dhoho Tumbuhkan Ekonomi dan Pariwisata Kediri

Ahmad Dzul Ilmi MuisKamis, 11 Januari 2024 | 20.41 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi (rompi merah) saat kunjungan ke Bandara Dhoho Kediri (Wahyu Adji/JPRK)
JawaPos.com - Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Mehub RI), Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa Bandar Udara (Bandara) Dhoho ternyata memiliki banyak dampak positif bagi Kediri.
 
Beberapa diantara dampak adanya Bandara Dhoho tersebut adalah mampu semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kediri. Bukan hanya itu, namun keberadaan Bandara Dhoho sendiri mampu semakin menghidupkan sektor pariwisata di Kediri.
 
Dilansir dari laman resmi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (dephub.go.id), Bandara Internasional Dhoho Kediri akan beroperasi secara komersial pada awal tahun 2024 ini.
 
Baca Juga: Menikah Hari Ini, Intip Penampilan Anisha Rosnah, Calon Istri Pangeran Abdul Mateen dalam Upacara Berbedak Mandi
 
Menhub Budi Karya mengaku bahwa target pengoperasian bandara tersebut adalah sekitar akhir Januari atau Februari mendatang.
 
Lebih lanjut, dirinya berharap adanya peran aktif dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kediri untuk semakin mempromosikan keberadaan Bandara Dhoho.
 
Pasalnya, Menhub sangat yakin bahwa dengan adanya Bandara Dhoho mampu berdampak signifikan untuk pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kediri.
 
Menurutnya, Provinsi Jawa Timur (Jatim) memang sangat membutuhkan adanya bandara di wilayah Selatan.
 
Terlebih, memang sejak awal konstruksi pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri sendiri dirancang untuk bisa dilalui oleh segala jenis pesawat.
 
"Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia dan memang dibutuhkan bandara yang ada di sisi selatan," kata Budi Karya.
 
Baca Juga: Shin Tae Yong Tetap Pede Bisa Mencapai Target di Piala Asia
 
"Apa yang dibangun ini sangat signifikan, dengan runway sepanjang 3300 meter dan lebar 45 meter yang dapat didarati segala jenis pesawat," tambahnya.
 
Ternyata bukan hanya terkait peningkatan ekonomi dan sektor pariwisata saja, melainkan terdapat potensi lain dari Bandara Dhoho.
 
Menteri berusia 67 tahun itu mengaku bahwa Bandara Dhoho juga berpotensi melayani penerbangan ibadah umroh dan haji.
 
Terlebih, dengan adanya fasilitas yang lengkap seperti hotel dan penunjang lainnya.
 
"Kami sudah akan memberikan izin penerbangan umroh haji di bandara ini. Di sekitar bandara ini juga sudah memiliki fasilitas penunjang seperti hotel dan fasilitas lainnya," ungkap Budi Karya.
EDITOR: Bintang Pradewo