← Beranda

Fertility Fest, Edukasi untuk Pasutri Miliki Buah Hati

M SholahuddinMinggu, 19 Desember 2021 | 04.26 WIB
Photo
JawaPos.com- Memiliki buah hati tentu menjadi idaman para pasangan suami-istri (pasutri). Namun, untuk dapat memiliki momongan itu tidak sedikit pasangan yang terkendala. Nah, sebagai bagian untuk mengedukasi persoalan tersebut digelar Gresik Fertility Fest (GFF) yang berlangsung di IconMall.

Di GFF tersebut ada open booth yang berakhir Minggu (19/12). Sabtu (18/12) hari ini, ada gelaran Yoga Fertility. Lalu, ada Health Talk Fertility dengan narasumber dr  Astie Young dan dr Trimayanti Olfah SpOG.

Menurut Winda, customer activation manager Klinik Fertilitas Indonesia, GFF merupakan rangkaian acara kedua East Java Fertily Road Show. Sebelumnya, digelar di Bojonegoro, Jatim, pada 11 Desember. "Tujuannya, kita mengedukasi masyarakat tentang kesuburan. Langkah-langkah yang tepat untuk memiliki buah hati,’’ ujarnya.

Dengan edukasi itu, lanjut dia, pengetahuan masyarakat seputar kesuburan akan lebih baik. Mitos-mitos selama ini diyakini dan justru menambah beban pikiran pasutri, akan bisa ditepis. ‘’Terkadang kan masih ada mitos ini dan itu yang tidak memberikan solusi. Nah, dengan edukasi ini masyarakat menjadi lebih paham,’’ ungkapnya.

Winda menambahkan, memang berbicara tentang kesuburan pasutri terkadang dinilai sensitif dan tabu bagi sebagian orang. Namun, masalah fertility harus dikonsultasikan secara terbuka dengan ahli yang tepat. Dengan begitu, pasutri yang kesulitan mendapatkan buah hati akan mendapat solusi.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya sudah memiliki 100 cabang di seluruh Indonesia dan 30 cabang di Jatim. Di Klinik Fertilitas Indonesia, melayani program kehamilan sampai dengan tindakan IUI atau inseminasi buatan. ‘’Kalau pasien tidak berhasil hamil dengan tindakan inseminasi buatan maka pasien akan dirujuk untuk melakukan tindakan bayi tabung,’’ ujarnya.

Sementara itu, dalam Health Talk tersebut, dokter Trimayanti mengungkapkan, infertilitas tidak hanya disebabkan oleh sang istri. Namun, sang suami juga memiliki peran penting di dalamnya. "Untuk melakukan program kehamilan dibutuhkan kerja sama dari pasangan suami istri," jelasnya.
EDITOR: M Sholahuddin