JawaPos.com- Bisnis kafe serta food and beverage (F&B) semakin menggeliat di Kota Surabaya. Termasuk di wilayah Surabaya Timur. Dengan didukung dengan konsep digital, bisnis tersebut kian menjanjikan.
Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya 2020, kafe serta F&B berkembang cukup pesat. Dari lima kecamatan, di Mulyorejo, ada sembilan F&B yang buka. Disusul, Kecamatan Gubeng dan Rungkut yang masing-masing tiga F&B. Lalu, Tenggilis Mejoyo ada dua F&B dan Sukolilo terdapat satu F&B.
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Resto Indonesia (Apkrindo) Jatim Ferry Setiawan mengatakan, jika tidak pandemi, bisnis tersebut dapat berkembang pesat di semua wilayah di Surabaya. Setelah pelonggaran, kata dia, banyak bisnis kafe dan F&B yang bermunculan.
”Pada 2020 itu opening-nya pending karena Covid ya. Sekarang sudah banyak yang buka. Mulyorejo ada, apalagi di MERR,” katanya, Senin (11/10). Pertumbuhan dan perkembangan bisnis tersebut juga didukung dengan konsep pemasaran digital yang dapat menarik pengunjung. Bahkan, menggaet investor.
Camat Mulyorejo Henni Indriaty menyebut telah melakukan pendataan para pelaku UMKM, kafe, dan restoran di wilayah kerjanya. Dia mengungkapkan, salah satu kawasan yang mulai bermunculan kafe, restoran, dan F&B itu berada di wilayah Kelurahan Kalisari, Jalan Mulyosari.
”Kami sudah lakukan pendataan di seluruh kelurahan. Itu pertanda geliat ekonominya mulai tumbuh,” ujarnya.
Henni menambahkan, pihaknya juga berencana mengundang para pelaku UMKM dan pengusaha kafe, restoran, dan F&B agar perkembangan bisnis tersebut dapat berdampak pada masyarakat.
Mantan camat Kenjeran itu juga berencana mendorong kawasan tersebut sebagai kawasan khusus ekonomi di Mulyorejo. Dengan begitu, dapat mendorong terciptanya lapangan kerja baru.
Sementara itu, pengelola manajemen Serlok Kopi Jevon Tanuwijaya mengaku baru melakukan soft opening pada 10 Oktober lalu. ”Titik tekan kami pada prosesnya. Setidaknya dapat menarik lapangan kerja baru juga. Serta tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tandasnya.