JawaPos.com - Salah satu warga Surabaya yang sempat tinggal lama di Jepang, menunnjukkan dokumentasi yang nostalgic melalui jepretan kamera yang ia hasilkan.
Bertema, Familiar Unfamiliarty a Retrospective on Intimacy, pamaran foto warga Surabaya pun sukses mencuri perhatian.
Pameran bertemakan solo exhibition photo tersebut, digelar di Kawasan Untung Suropati Surabaya pada hari Minggu (26/11).
Melalui pameran itu, warga bernama Tristan memamerkan foto dari kehidupan sehari-hari orang Jepang, mulai dari bangunan budaya, hingga peralihan musim.
Foto-foto yang jumlahnya mencapai 80 gambar tersebut, berhasil diambil dan di abadikan oleh jari-jari Tristan Salim selama ia tinggal di negeri Sakura.
Berbeda dengan foto yang biasa diambil kebanyakan orang saat berlibur di Jepang, Tristan justru mengabadikan momen-momen kecil masyarakat Jepang.
Menurutnya, dokumentasi yang berhasil ia tangkap itu mungkin saja sama sekali tidak pernah kelihatan sebelumnya dalam kehidupan warga negeri Sakura.
"Jadi saya mengabadikan foto yang sebelumnya tidak familiar saat hidup di Jepang. Tentu berbeda dengan foto saat liburan kebanyak orang," ujar Tristan yang dikutip Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Minggu (26/11).
Foto yang memperlihatkan anak-anak kecil hingga orang tua yang menonton pertunjukan wayang, adalah salah satu contoh foto yang jarang didapatkan oleh wisatawan.
Tidak hanya foto, Tristan juga memamerkan video berdurasi satu hingga dua menit yang ia buat sendiri.
Dalam video itu, lagi-lagi Tristan mengambil kisah tentang segala hal yang berkaitan dengan kehidupan orang-orang di Jepang.
Selain mempertunjukkan dokumentasi berupa foto dan video, Tristan juga menceritakan pengalamannya selama ia tinggal di negeri Sakura itu.
Ia pun mulai menceritakan kisahnya selama ia menjadi arsitektur di Jepang seraya memperlihatkan foto yang terpajang.
Empat musim yang ada di negeri Sakura juga turut diabadikannya. Ia mengaku paling berkesan saat musim dingin tiba.
Ia sangat antusias terhadap musim dingin di Jepang pada saat itu karena itulah kali pertamanya ia dapat merasakan turunnya salju.
***