JawaPos.com - Air PDAM yang terkirim ke ratusan ribu pelanggan beberapa hari terakhir keruh. PDAM sampai meminta maaf dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Permintaan maaf tersebut disampaikan di akun Instagram PDAM pada Sabtu (21/12). Sebelumnya, akun medsos PDAM diserbu warga yang mengeluhkan kualitas air. PDAM mengunggah foto Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karang Pilang dalam unggahannya. Di sanalah persoalan terjadi. IPAM Karang Pilang II dan III tidak berfungsi optimal karena kualitas Kali Surabaya sangat parah.
’’Air yang lumayan bagus itu jika warnanya cokelat. Nah, beberapa hari ini sungainya agak putih,’’ kata Direktur Operasional PDAM Surya Sembada Doddy Soedarjono kemarin Doddy menerangkan bahwa bahan kimia yang dibubuhkan PDAM tidak cukup kuat untuk menjernihkan air. Akibatnya, kualitas air yang telanjur keluar ke pelanggan sangat buruk.
Banyak yang mengunggah bak mandinya yang keruh. Mereka menyamakan kualitas air PDAM tersebut dengan air kopi atau teh. Selain itu, air tersebut keruh dan gatal jika terkena kulit.
Doddy mengatakan bahwa setiap awal musim hujan persoalan serupa kerap terjadi. Air sungai yang awalnya diam tergelontor tambahan debit air dari hujan. Sedimen yang mengendap ikut terangkat. ’’Bukan hanya di sungai. Saluran lingkungan yang warnanya hitam itu juga terdorong masuk ke sungai,’’ katanya.
Kondisi itu diperparah dugaan adanya pembuangan limbah industri ke sungai. Untuk perkara tersebut, Doddy tidak mau menuduh siapa pun. Namun, dia berharap semua industri di sepanjang anak Kalimas tidak membuang limbah secara langsung ke sungai.
Dia mengatakan, keberadaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sangat membantu penyelamatan sungai. Bukan hanya di industri. IPAL juga perlu dibuat di saluran perkampungan. ’’Kalau tidak, kualitas sungainya akan semakin parah,’’ katanya.
Keberadaan anak Sungai Brantas itu sangat vital bagi Surabaya. Lebih dari 95 persen produksi air PDAM berasal dari sungai. Jika kualitas air semakin menurun, lebih dari 3 juta warga Surabaya bisa krisis air.
Karena itu, Doddy merasa upaya penyelamatan sungai harus menjadi prioritas. Terlebih, Kali Brantas dilewati berbagai kota. Mulai Batu, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, sampai Surabaya.
Di sisi lain, izin pengambilan air tanah sudah tidak dikeluarkan lagi. Eksploitasi air tanah besar-besaran membuat muka tanah Surabaya semakin turun. Imbasnya, Surabaya semakin rawan banjir.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mendapat laporan dari dua warga kemarin. Warga mengatakan bahwa air yang mengalir ke bak mandinya seperti kopi. ’’Ada juga yang laporan ke Instagram saya. Katanya, air yang keluar seperti susu cokelat,’’ katanya.
Reni sepakat dengan isu penyelamatan sungai tersebut. Namun, kondisi itu tidak hanya menjadi masalah Surabaya. Perlu pembahasan lebih lanjut dengan daerah-daerah yang dialiri Kali Brantas. ’’Surabaya ini ketempatan di bagian hilir. Kotoran dan limbah dari atas turunnya ya di Surabaya.
---
Mengapa Kali Surabaya Perlu Dijaga
1. Air di Kali Surabaya menjadi sumber utama air di Surabaya.
2. Pelayanan pelanggan PDAM mencapai 99 persen. Artinya, warga sangat bergantung pada air PDAM.
3. Produksi air PDAM yang mencapai 12 ribu liter per detik berasal dari olahan sungai.
4. Sumber air Umbulan dan Pandaan hanya menyumbang 330 liter per detik.