JawaPos.com - Banyak warga yang kurang puas dengan layanan Suroboyo Bus. Estimasi keterlambatan atau waktu tunggu moda transportasi umum pelat merah itu dinilai terlalu lama. Karena itu, dinas perhubungan (dishub) berencana menambah armada baru tahun depan. Nanti masyarakat hanya membutuhkan waktu satu jam untuk bisa berkeliling di seluruh Kota Pahlawan.
Keputusan menambah jumlah armada itu diambil setelah dishub menyurvei kepuasan penumpang. Survei tersebut dilaksanakan secara acak Namun, tidak disebutkan jumlah orang yang menjadi objek penelitian. Yang jelas, keluhan waktu tunggu Suroboyo Bus yang beroperasi menjadi catatan. ”Banyak yang minta agar waktu tunggunya dipersingkat jadi 10 menit,” ujar Kepala Bidang Angkutan Joko Supriyanto.
Joko mengatakan, aturan terkait batas maksimal waktu tunggu kendaraan umum sejatinya sudah ada. Itu juga berlaku untuk Suroboyo Bus. Sesuai peraturan menteri perhubungan (permenhub), waktu tunggu penumpang di halte maksimal 20 menit.
Waktu tersebut, menurut Joko, sejatinya sudah dipenuhi. Sebab, keterlambatan Suroboyo Bus tidak pernah lebih dari 20 menit. Namun, setelah disurvei, ternyata masyarakat menilai waktu tunggu 20 menit terlalu lama.
Joko mengatakan bahwa lamanya waktu tunggu tidak terlepas dari faktor keterbatasan armada. Jumlahnya hanya 20 unit. Jumlah armada yang ada itu dipakai untuk melayani seluruh trayek di Surabaya. Mulai wilayah selatan, barat, utara, hingga timur. Waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar dua jam.
Karena itu, dishub berencana menambah jumlah armada pada 2020. Selain untuk mempersingkat waktu tunggu, penambahan unit dilakukan untuk melayani trayek yang baru dibuka di wilayah timur.
Joko menyatakan sudah meminta penambahan unit ke Kementerian Perhubungan. Jumlahnya mencapai 20 unit. Setelah ada penambahan unit baru, dia memastikan waktu tunggu otomatis terpangkas. ”Jadi nanti ada 40 armada yang melayani seluruh trayek di Kota Surabaya,” terangnya.
Setelah ada penambahan armada, Joko memprediksi waktu tempuh untuk melayani seluruh trayek juga terpangkas total. Perhitungannya sekitar satu jam untuk bisa melewati trayek dari wilayah selatan dan kembali ke selatan lagi. ”Keliling Surabaya bisa satu jam saja,” tuturnya.
Di sisi lain, anggota DPRD Fraksi PDIP Baktiono menilai penambahan jumlah armada harus mempertimbangkan asas manfaat. Sebab, menurut dia, peminat Suroboyo Bus masih minim. Perlu ada program khusus agar peminatnya meningkat. ”Harus diperjelas dulu tujuannya. Untuk angkutan wisata alam, heritage, atau yang lain,” ujarnya.
Dia berharap pemerintah bijak dalam mengambil keputusan. Jangan sampai penambahan jumlah armada justru tidak memberikan banyak manfaat. ”Itu nanti hanya buang-buang anggaran. Walaupun unitnya dari pusat, operasional tetap dibebankan ke APBD,” tandas anggota DPRD lima periode itu.