JawaPos.com - Kampung Dinoyo, Kelurahan Keputran, punya kisah yang cukup menarik. Konon, kampung itu merupakan sebuah taman yang juga tempat berlabuhnya kapal-kapal pedagang pada masa Kerajaan Majapahit. Sejarah terkait kampung Dinoyo sudah dicatat di buku Surabaya Tempoe Doeloe karya Dukut Imam Widodo dan Babad Tanah Jawa. Dua literasi tersebut memperkuat keyakinan bahwa kampung Dinoyo memang memiliki sejarah menarik.
Lailiana Indriawati, ketua RT kampung Dinoyo Tengah, menyebut kampungnya ada sejak tahun 1600-an. ”Itu berdasarkan catatan di makam Mbah Joyo Prawiro, tokoh yang babat alas di kampung Dinoyo dulu,” ujarnya kemarin (18/8). Nama kuno kampung itu adalah Denojo.
Dinoyo merupakan taman yang berdampingan dengan sungai besar. ”Nah, lebar sungai itu dulu tidak seperti sekarang. Dulu lebih lebar dan bisa dilewati kapal besar,” jelasnya.