JawaPos.com – Jajanan jadul ala anak 90-an di Surabaya kini semakin jarang ditemukan. Sekalipun ada, namun hanya beberapa penjual saja yang masih eksis hingga saat ini.
Jajanan yang dulunya populer, dijajakan dengan gerobak dorong di gang-gang Kota Pahlawan, kini sudah mulai sulit ditemui. Setidaknya ada lima jajanan Surabaya yang dulu sering dijumpai, namun sekarang butuh perjuangan untuk bisa membeli dan menyantapnya.
- Es Potong
Dinamakan es potong karena harus dipotong dulu sebelum diberikan kepada pembeli. Bentuk asli es potong kotak dan panjang dan memakai tusukan bambu seperti lilin batangan.
Biasanya harganya dibandrol mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 3.000. Rasanya bermacam-macam, mulai dari cokelat, durian, kacang hijau, hingga ketan hitam dan makin enak dicelup dengan saus cokelat.
Dijual dengan menggunakan gerobak sepeda, es potong ini selalu dijajakan di dekat sekolah ataupun di sekitar perumahan dan masih bisa ditemukan meskipun penjualnya tak sebanyak dulu.
- Rambut Nenek
Rambut nenek mempunyai warna yang mencolok seperti hijau dan pink serta rasa yang manis. Biasanya disajikan dengan kertas koran atau plastik.
Rambut nenek atau arum manis jadul biasanya dijual dengan memainkan alat musik rebab. Alat musik gesek seperti biola untuk menarik para pembeli.
Itulah khasnya tukang arbanat atau rambut nenek yang kadang disebut arum manis juga. Arbanat ini adalah salah satu dari sekian banyak jajanan SD yang mulai langka.
Tak ada patokan harga, anda bisa membeli mulai harga Rp. 1.000. Rambut nenek mungkin masih bisa Anda temukan di gang-gang kampung di Surabaya atau di Taman-taman kota. Tapi, sang penjual rata-rata sudah berusia lanjut sehingga butuh perjuangan untuk mencarinya.
Kini, arum manis sudah mengalami transformasi dengan penampilan yang lebih menarik dan dengan menggunakan mesin sehingga arum manis pun mudah ditemukan di pasar malam dan supermarket.
- Es Gabus
Disebut es gabus karena memiliki tekstur lembut seperti busa. Terbuat dari adonan tepung hunkwe, santan, dan gula.
Es gabus biasa disebut es kue atau pun es roti. Dan, yang menjadi ciri khas es gabus yaitu berwarna seperti pelangi. Tapi, tak hanya warna pelangi, es gabus juga ada yang berwarna hijau, pink, dan cokelat. Terkadang es gabus juga diberi susu cokelat.
Berbeda dengan tekstur es yang keras saat digigit, es gabus ini bertekstur sangatlah lembut dengan harga mulai Rp 2.000.
Penjual es ini mulai sangat jarang ditemui di Kota Surabaya. Dulunya, es gabus ini sering dijual di depan sekolah dengan harga yang sangat murah dengan menggunakan sepeda ontel dan wadah kotak dari bahan busa.
- Es Serut
Es ini menarik karena sang penjual akan menyerut bongkahan es dengan serutan. Di bawah serutan akan ada wadah yang menampung. Biasanya dari batok atau tutup gelas.
Setelah itu, penjual akan menekan balok es dengan kayu yang memiliki pegangan di atasnya. Kemudian, sirup dengan berbagai macam rasa akan dituangkan ke es yang sudah berbentuk. Sirup warna merah paling sering dijumpai, dan biasanya akan diberi tambahan susu cokelat.
Es serut ini termasuk yang paling susah ditemukan di Surabaya.
- Es Lilin
Ciri khas es lilin adalah memakai plastik panjang dan diikat dengan karet. Es lilin populer dengan dua rasa yang khas, yaitu kacang hijau dan cokelat.
Hal yang menjadi salah satu ciri khas dari es krim tradisional ini adalah tempat berjualannya menggunakan termos es dan dijual mulai Rp 500.
Selain dijual berkeliling, para pedagang es pun biasanya memiliki lapak khusus untuk berjualan es lilin di sekolah-sekolah yang dekat dengan perkampungan dan banyak anak-anak yang beraktivitas seperti di toko kelontong.
Dari sekian jajanan jadul, es lilin paling mudah dibuat sendiri. Biasanya menggunakan sirup, susu cokelat, atau es sachetan yang dibekukan dan memakai plastik panjang seperti lilin. Tinggal dimasukkan kulkas dan tunggu sampai beku.