
Korban selamat insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II saat tiba di Terminal GSN, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8) kemarin. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Meski Basarnas resmi mengakhiri operasi SAR korban korban KMP Mutiara Sentosa II pada Selasa sore (4/8), manifes yang berisi data penumpang dan kru belum dibuka ke publik.
Hal tersebut menimbulkan tanda tanya mengenai alasan pemerintah dan perusahaan masih merahasiakan dokumen resmi tersebut, padahal proses evakuasi telah dinyatakan selesai.
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana mengatakan dokumen manifes yang diterbitkan oleh operator kapal sebagai syarat penerbitan izin berlayar sudah dipegang oleh pihak-pihak terkait.
Namun, data tersebut belum dapat dibuka secara gamblang kepada publik. Suntana mengatakan manifes baru akan diungkapkan publik setelah serangkaian proses penyidikan dan investigasi telah tuntas.
"Memang belum di-publish, tetapi sudah ada manifest, jumlah orangnya sudah ada. Nanti akan diumumkan setelah penyidikan. Itu (manifes) kan jadi bahan penyidikan kita," ujarnya di Surabaya, Rabu (5/8).
Yang jelas hingga hari terakhir operasi pencarian, Selasa (4/8), sebanyak 238 korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Sumenep telah terevakuasi, dengan rincian 233 selamat dan 5 meninggal dunia.
Suntana menyebut jumlah korban yang telah terevakuasi sudah sesuai dengan data manifes yang dilaporkan KSOP, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) selaku perusahaan operasi kapal, dan keterangan nahkoda kapal.
"Angka 238 sudah kita konfirmasi berdasarkan data pembelian tiket yang sudah dilaksanakan secara online oleh pihak perusahaan, jumlahnya 238 termasuk dari nakhoda (dan kru kapal lainnya)," imbuh Suntana.
Meski demikian, Suntana tak menampik adanya kemungkinan korban di luar data manifes. Karena itu, masyarakat yang belum menemukan keluarga atau kerabat diminta melapor ke posko pengaduan KSOP di Pelabuhan Tanjung Perak.
"Apabila ada laporan pengaduan, ada korbannya, masyarakat, saudaranya belum dapat, itu tetap melakukan pencarian. Nanti kita update kembali. Kami sedang konfirmasi ulang," pungkas Suntana.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
